Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 18, 2006

Tanahabang atau Tenabang

Date: Mon Mar 28, 2005 9:38 am

Ibu Acih boleh dibilang warga Betawi aseli. Rampung pekerjaan dia lafalkan sebagai "udeh rapih", kalau berbelanja bahan baju yang paling murah, ya di Tenabang. Dan Bukan di TanahAbang seperti yang "resmi" ditulis masa kini.

Nama Tenabang semula berasal dari "puun" yang banyak dijumpai dikawasan tersebut, yaitu tanaman NABANG. Giliran lidah Olanda menyebutnya "de nabang" Kok berevolusi menjadi Tenabang, dan diancurkan ejaannya menjadi Tanah Abang sehingga banyak yang mengira masih ada hubungannya dengan LemahAbang atau Tanah Merah. Padahal orang Betawi belum pernah menyebut merah dengan abang". Tetapi itulah Indonesia.

Karena letaknya dipingiran kota, maka Tenabang semula cuma dikenal sebagai areal pemakaman atau "KOBER" - sebelum J. Vink membangun pasar Tenabang pada 1735. Untuk mengubur seseorang, jenasah harus diangkut sampan. Satu-satunya saingan pasar Tenabang adalah Pasar Senen (Weltervreden). Bedanya pasar Tenabang dulu hanya buka setiap hari Sabtu.

Bicara soal terkenalnya Tenabang di masa lalu, satu catatan penting yang terjadi di sana, adalah pemutaran film, atau dulu dinamakan gambar idoep, yang pertama kalinya pada 5 Desember 1900. Pemutaran film dokumenter yang menceritakan perjalanan Raja Hertog Hendrik dan Ratu Olanda di Den Haag itu tidak sukses, karena mahalnya harga tiket.

Catatan sejarah itu sebenarnya satu kelebihan tersendiri, terlebih untuk dunia perfilman Indonesia. Mengingat pemutaran film itu hanya lima tahun, setelah dilakukan pertama kalinya di Paris pada 28 Desember 1895. Bahkan lebih dulu dibanding Korea pada 1903, serta Italia pada 1905.

Kebakaran
Sejarah perkembangan Tenabang sendiri, tercatat banyak diwarnai peristiwa kebakaran. Kebakaran pertama kali pada 1740, atau lima tahun setelah dibangun, dengan terjadinya peristiwa pembantaian orang-orang Tionghoa. Dibangun kembali pada 1881, Tenabang dikembangkan lagi dengan pembangunan tiga bangunan berbentuk los panjang, dengan dinding bata dan atap genteng pada 1926, kondisi yang cukup modern pada saat itu.

Pada 1975 pemerintah melakukan renovasi, hingga terdapat sekitar 4.351 kios, dengan luas bangunan total menjadi sekitar 11.154 m2. Tapi baru saja direnovasi, Tenabang kembali terbakar pada 1978. Hampir seluruh kios di lantai dua Blok A, serta semua lantai di Blok B, hangus terbakar.

Perkampungan orang-orang Betawi perlahan lenyap, tempat-tempat yang menjadi kenangan masa lalu apalagi, digantikan gedung tinggi dan megah nantinya. Seperti halnya kata Tenabang, yang kini telah dengan manstab tergantikan dengan nama Tanah Abang. Atau seperti Hotel Indonesia yang bersejarah itu kini berganti nama Hotel Gran Indonesia?

Komentar dari Harry
Kalau kita naik oplet atau mikrolet terkadang masih ada tulisan Tenabang-Bayuran maksudnya Tanah Abang-Kebayoran(kebayoran lama), jaman SD dulu saya kerap pake jasa oplet ini ke sekolah naik beberapa merk oplet seperti jeep, ostin,chevrolet dll. Tangki bahan bakarnya didalam kabin jadi waktu mereka ngisi bbm terpaksa kita angkat kaki karena lubang bensinnya ada di bawah kaki kita, karoserinya juga campuran dgn kayu jati, klasik sekali..... trus kaca sampingnya terbuat dari plastik transparan yg melekat di bingkai kayu, kalauhujan bingkai itu kita angkat keatas dan 70% dijamin bocor kalau hujan.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com