Takaran Banci

Date: Wed May 18, 2005 11:03 am

Saya pernah menginterview calon Instrumen Engineer. Setelah dicoba kesana kemari soal instrumentasi yang ada hubungannya dengan perminyakan, ternyata belio kurang paham. Lantas saya tanya sakbelumnya nyambut damel dateng pundhi. Eh belio nyerocos sebagai ahli pasang meteran bensin. Sembari terkekeh "bangga pisan" dia bilang 100 pompa bensin yang saya pasangi meteran 110 pasti minta agar takaran dikurangi. Lho kok 110, ini peribahasa hiperbolis untuk menyangatkan. Seperti stiker para Pengacara. Ambil 10 pengacara sebagai sampel maka 12 diantaranya doyan selingkuh.

Jadi kalau beli bensin 30 liter, bahasa pom bensin telo pendhem ya tiga puluh leter banci. Yang artinya kurang dari yang ditunjukkan oleh meteran.

Atau kalau anda mbangun rumah. Sama-sama order besi sloop 12 mm, jangan terperanjat kalauw nanti diukur pakai skidmat ada yang 11 dan ada 10 koma lima mm. Alasan penjual ada sepeda laki ada sepeda perempuan. Tapi kalau ukuran besi, ada ukuran banci. Kalau pesan kaso 4 kali 5 tiba-tiba datang 4x3 itu bukan kayu reng (adiknya kaso) melainkan kaso banci. Sulitnya, para anemer biasanya lebih suka banci lantaran lebih murah tetapi angka di bon mentereng slop 12 mm, kaso 4 kali enam dst. Sudah modelnya Sodom and Gomorah dalam bentuk ukuran dagang.

Doyan yang banci.
Post a Comment

Popular posts from this blog

Nyaris bentrok antar angkatan

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten

Meditasi Lilin bikin PeDe