Kreta Api Soeda Giling Toekang Djaga

Mungkin karena pangsa pasar koran Bintang Betawi pada 1905-an adalahkelompok menengah kebawah, maka berita selalu dibumbui dengan hal yang dariklinik sampai klenik. Seorang penjaga pintu beragama Islam (SLAM) kereta api tewas terlindaskereta api, rupaya ia kelelahan sambil tiduran di bantalan kereta. Bukannya icari apakah ia memang benar-benar tertidur atau ada usaha pembunuhan, wartawan malahan membawa pembacanya untuk menyalahkan istrinya yang membawa peruntungan buruk, alasannya suami pertama ibu malang ini juga tewas dalam suatu kecelakaan.

"Kreta api pertama dari Meester Cornelis, pagi jam 5.30, kemaren doeloe selagi liwat di betoelan kampoeng Poelo, soedah giling seorang "slam" jang lagi tidoer dimana rail (djalanan kreta) hingga leher dan kakinya soedah djadi poetoes. Kabarnja itoe orang memangnja toekang djaga wiasel disitoe. Apa maoe kata dasar orang poenja proentoengan mati soedah sampe. Maka selagi dia tidoer soedah djadi kepoelesan. Lain dari begitoe, kabarnja bini itoe orang ada pengaroehnja jang tida baek. Doeloe djoega lakinja jang pertama, kira-kira 1 tahon jang liwat soedah mati lantaran menembak kalong. Tapi kaloengnja tiada dapet, kepalanja sendiri jang kena ke tembak sampe antjoer.

Bintang Betawi 10 Maart 1905"
Post a Comment

Popular posts from this blog

Nyaris bentrok antar angkatan

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten

Meditasi Lilin bikin PeDe