Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 18, 2006

Sekali-sekali cek warna kencing anda

Date: Mon May 16, 2005 10:45 am
Apa beda peturasan atau "urinoir" di Indo dengan yang di down under.
Jawabnya tulisan "Jagalah Kebersihan" terpampang hampir disudut ruangan. Seakan sebagai jawaban atas pemberitahuan tersebut kita dapati cecekan rokok tusuk gigi atau batang korek api dibuang sana sini sampai hampir lubang peturasan yang memang khusus untuk saluran air. Seakan ajakan simpati dikurs sebagai "Buang Sampah Disini". Sementara itu di rig pengeboran migas down under yang saya baca adalah tulisan "Now wash your hand" dan ini, yang rada bikin tertegun "Check your urine color?"

Lantas apa pula urusannya sampai urusan buang air harus dicek warnanya?
Pakai disediakan "color-chart" atau tabel warna segala.

Rupa-rupanya saat sang sohibul hajat sedang melampiaskan arus bawah sambil terkadang mengkirik kegelian, yang kata orang pinter akibat terjadi perbedaan suhu air seni yang hangat bertemu dengan bagian lain yang relatif dingin, sekalian kita diajak melihat warna pee kita.

Warna pee terlalu coklat seperti teh nasgitel, biasanya menyinalkan bahwa tubuh mengalami kelelahan dan dehidrasi derajat berat sehingga disarankan banyak-banyak minum. Sedangkan warna jernih melambangkan badan masih okey-okey saja. Alasan inipula dianjurkan untuk menggunakan kloset atawa urinoir yang berwarna putih. Tujuannya selain melambangkan bersih sekalian buat cek-cek warna air seni.

Sebetulnya saya bisa menambahkan, bau seni seseorang yang terlalu banyak merokok, pasalnya sampai sudah dievakuasi habis-habisan bau ditinggalkan sama bandelnya dengan aroma pemakan petai ataupun jengkel.

Sedangkan "Now Wash Your Hand", lantaran seperti kata embah saya "londo totok ra cewok" - alias saat melampiaskan arus bawah sering bersinggungan TKP yang biasanya lembab dan tentunya tempat suaka politik para kuman, kalau langsung main comot makanan zonder ke wastafel kan bisa merepotkan.

Mimbar Saputro
pernah pee di ban mobil (dulu)

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com