Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 18, 2006

Bahasa Oil Rig

Sat Feb 26, 2005 9:15 am

Orang Rig memiliki bahasa yang bagi kita bukan berbahasa Inggris harus menahan rasa ingin tahu, atau bahkan tersenyum. Misalnya pergantian "shift" kerja, atau bahasa Kentandan Wetan (ini nama kampus saya dulu di Yogya) adalah "Ploeg" - mereka di rig akan menamakannya sebagai "tour", sesuatu yang bersifat menyenangkan, karena akan bertemu hal-hal yang luar bisa ketika mata bor menembus perut bumi. Terlebih lagi kata "tour" dibaca TOWER karena duduk di atas kursi di rig dengan ketinggian 5 meter dari permukaan tanah, serasa berada di menara "besi".

Kemudian saat lubang mulai pertama di bor (tajak), orang bule menyebutnya "spud" - berasal dari plesetan spade (cangkul). Sebelum pengeboran modern seperti sekarang yang dikenal sebagai "rotary drilling", di Amerika sudah terlebih dahulu dikenalkan bor-tumbuk. Sederhananya, sebuah lembing besar "spade" dikerek kemudian dihunjamkan ke tanah, dan dari situlah kata "spud" berasal.

"SINGING"
Ketika pipa-pipa minyak mulai dialiri gas dan minyak, biasanya terdengar bunyi mendesing. Sekali tempo saya bilang ke teman bule ada suara "noisy" berasal dari pipa. Mereka bilang itu suara musik.

Kemudian ada istilah Creekology, ini rada berbau "esoteris" dimana beberapa orang tertentu mendeteksi keberadaan minyak diperut bumi dengan apa yang disebut instink. Hal misterius ini kadang lucu, beberapa "shoestring" pencari minyak jaman dulu saya baca bisa saja saat melalui tanah berminyak merasa geli dibawah pusar "gut feeling", tetapi yang kebangetan malahan langsung pendulumnya terkokang. Lama kelamaan cara yang tak lumrah ini diganti dengan pendulum "alami" atau ranting kayu.

Sebelum pekerjaan "mudlogging" diperkenalkan kedalam industri, para juru bor merangkap pemilik, pemodal dan geologist biasanya mengambil contoh serbuk batuan, lalu remukan batu ini dicemplungkan kedalam tong berisi air, keesokan harinya permukaan air diamati, apakah ada kenampakan "halo" yaitu cincin seperti kalau minyak tanah mengambang diair. Cara ini secara ilmiah, nonsen, tetapi para juru bor jaman dulu percaya bahwa sekalipun ratuan meter dibawah sana, ada saja partikel minyak yang nakal, langsung menyelinap diantara pori-pori yang sempit, batuan yang micro-retak ke permukaan diatasnya.

Bahkan ketika para geologiwan dulu berteori bahwa minyak ditemukan distruktur antiklin, para juru creekologi mencemooh dengan mengatakan minyak mengisi ruang pori, apakah itu antiklin, sinklin atau apa saja sebutan manusia, minyak tidak perduli sebab yang memberi nama adalah manusia bukan alam.

MINING is GAMBLING, lha disekolah dulu saya diajarkan bahwa pertambangan itu sifatnya judi. Tetapi beberapa sumber mengatakan bahwa memang benar orang bekerja di pertambangan, umumnya memang "buaya" judi atau peminum.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com