Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 20, 2006

Cara M. Navis menidurkan Artikelnya

2/16/2006

Jagoan menulis yang satu ini, juga berani menerobos agama dengan persepsinya sendiri. "Robohnya Surau Kami" yang ditulis 1955 membawa dirinya dijuluki Si Pelanggar Batas Wilayah Tabu. Tahun 1955, saat saya masih berusia 2 tahun, dia sudah menceritakan Haji Saleh "ping -kopang-kaping" alias belasan kali pergi haji, yang merasa persiapannya ke Surga sudah cukup, kok buntutnya didudukkan di Neraka dan dia menggugat.

"Saya tak pernah merasa tua untuk menulis," kata almarhum yang baru stop orek-orek hanya dua bulan menjelang ajal (82 tahun). Salah satu metode menulisnya adalah membuat judul, corat-coret sebentar, kalau moody-nya bagus, ia teruskan menulis. Kalau sedang "cuaca buruk" - maka coretannya didokumentasi atau istilahnya "ditidurkan" bisa seminggu, sebulan sampai setahun lebih. Ada waktunya serpihan kertas dalam map ini dibelai-belai fikirannya jadi fresh,dan naskah bisa berkembang menjadi tulisan.

Nah, yang kepingin menulis tiba-tiba terserang "aag" - auk ah gelap, ada baiknya mencoba teknik Navis.

Coret-coret-coret, simpan.
Ketik-ketik-ketik, save.

Siapa tahu kemudian menjadi "mak-brudul..." mengalir jauh sampai ke ujung layar pembaca.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com