Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 22, 2006

SH Mintardja



Kamis, 21 Januari 1999
SH Mintardja Telah Tiada
Yogyakarta, Kompas
Penulis cerita bersambung (cerber) roman sejarah dan naskah ketoprak kenamaan dari Yogyakarta, SH Mintardja (66), Senin (18/1/99) siang meninggal dunia di rumah Sakit Bethesda Yogyakarta, setelah sebulan dirawat di rumah sakit itu karena menderita penyakit ginjal dan jantung. Pemakaman seniman yang amat produktif itu berlangsung Selasa (19/1) siang berangkat dari rumah duka Gedongkiwa, Yogyakarta, ke pemakaman Arimatea Jalan Tamansiswo, Yogyakarta.
Penulis dengan nama asli Singgih Hadi Mintardja ini dikenal luas oleh kalangan masyarakat terutama berkat roman sejarah berbahasa Indonesia berjudul Nagasasra dan Sabuk Inten dan dimuat serial di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta sejak 1968 hingga 1975.
Cerber yang melahirkan tokoh legendaris ''pendekar budiman '' Mahesa Jenar dan tokoh dunia hitam Singo Lodra yang amat digemari tua-muda itu, menurut seniman Heri_Wibowo merupakan gambaran situasi Indonesia pada masa pemberontakan G 30 S/PKI, tahun 1965. Cerber itu kemudian dibukukan sampai 29 jilid oleh penerbit yang sama. Romannya yang lain Api di Bukit Menoreh juga meledak, dibukukan, bahkan difilmkan dengan melahirkan tokoh baru pasangan pendekar Agung Sedayu dan Swandaru Geni, dan musuh bebuyutan mereka Sidanti.
Menurut putra tertuanya, Andang Suprihadi, SH Mintarja menderita sakit jantung koroner sejak tahun 1989. Kendati demikian almarhum tidak pernah berhenti berkarya. ''Bapak memang penuh semangat kalau sudah menulis. Kalau sudah khusuk menulis tidak ada berani yang mengganggu, '' tandasnya.
Almarhum yang meninggalkan delapan putra dan 12 cucu dari istrinya Suhartini, dikenal sebagai penulis ceritera yang berlatar belakang sejarah Nusantara khususnya Kerajaan Mataram dan Singasari. Di samping itu, almarhum juga dikenal sebagai penulis cerita ketoprak antara lain berjudul Ampak-Ampak Kaligawe, Kembang Kecubung Kembang Tumelung dan Prahara. Salah satu romannya Tanah Warisan bahkan telah difilmkan dengan judul Sisa-sisa Laskar Pajang.
"Nagasasra Sabuk Inten"
Namanya meroket sebagai penulis ceritera bersambung lewat karyanya Nagasasra dan Sabuk Inten yang paling digemari banyak orang dan merupakan master piece SH Mintardja
[MENYASTRAKAN NAGASASRA DAN SABUKINTEN]
Kelebihan dari cerita Nagasasra dan Sabukinten adalah kemampuan pengarang untuk menyastrakan adegan sehingga pembaca terhanyut kedalamnya.Salah satunya adalah ketika menceritakan pertemuan Mahesa dengan Wirasaba yang dikenal sebagai Seruling Gading

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com