Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 20, 2006

LSM dan MSN

Mengunjungi salah seorang dedengkot LSM atawa NGO yang menderita sakit kelelahan di RS Mitra International Jatinegara. Ini memang keajaiban dunia dimana aktivis NGO pembela kaum miskin saat sakit perawatannya di kelas VIP. Dolannya ke Amrik, Jerman di samping ke negeri yang banyak kerusuhannya. Sekalipun berseberangan dalam pandangan politik tetapi persahabatan tetap jalan. Ia menyuarakan "Raja Selalu Salah" - Militer selalu kasar dan bermain nakal dalam setiap kerusuhan. Sementara saya corong "raja bener, tetapi pelaksana yang kadang salah."

Saat aku masuk ke ruang perawatan ada kolega yang menemaninya. Kulihat ia terbaring sedikit pucat dengan IV ditangan kirinya. "Hai sapanya, tahu darimana aku sakit..." Ia mengeluh kalau tidur miring kekanan ada rasa pegal dipinggang, kalau tidur kekiri juga pegal serba salah. Apalagi minta "istri Belanda" tidak diberi. "Aku minta Senin bisa keluar, ada urusan di Medan, tapi dokter bilang kalau sudah nungging, jungkir balik jangan nyalahin dokter lho.." Sebuah TV Cable dengan HBO menayangkan almarhum Charles Bronson. "

Aku pengagumnya waktu muda. Semua filemnya laris manis. Filem Charles mengetengahkan cara mencium gelagat bahaya sekitar cukup dengan gerakan mata. Tetapi mengapa sulih suaranya acara Radio "Bandar Dangdut" - terpaksa dia panggil perawat pakai bel. Lima menit belum ada response "lha kalau ada orang aanval bagaimana ini?" - akhirnya saya datangi perawat. Sedang ngobrol dengan temannya, terdengar dialog "si kecilmu yang 3 tahun sudah bisa apa sekarang,bla bla" Katanya Rumah Sakit Internasional kenapa lagunya Lokal (dangdut). Perawat menjawab dengan melengos kecut. Padahal saya tahu itu adalah bocoran dari pemancar sekitar Jatnegara. Namun boro-boro perawat menjawab. Ia pergi dengan menyisakan ketukan suara hak sepatunya. Mungkin ia meneruskan obrolannya dan lupakan masalah acara dangdut yang mendubbing Charles Bronson.

Kulihat di kaki ranjangnya di spidol-biruin, 8/02/2006 dia tanya apa artinya tulisan itu. Mungkin ini ranjang baru dipasang 8 Feb 2006, atau tanggal pasien terakhir yang menjemput ajal. Garing, juga humorku. Kusesali tetapi terlambat. Lalu aku tanya, katanya sudah dua hari sakit mengapa semalam saya lihat dari Hotmail MSN-nya aktip pada jam 02:30 dini hari. Si sakit yang aselinya pengacara dan cantik, maklum bekas model, berkulit kuning gading, tinggi 171 cm, usia 36 th dan bekas pemeran utama Sinetron yang mengambil lokasi di Riau, cuma bingung sambil memegang infus di tangan kirinya. Pandangannya lemah, melirik ke anak lemari yang ternyata isinya adalah laptopnya. Gila juga sudah sakit masing jinjing laptop ke RS, apa tidak takut dicuri? Usut punya usut ternyata salah satu laptopnya sedang dipakai untuk operasi para NGO di POSO, rupanya saat connect ke internet, hotmail langsung "sign in" secara otomatis. Saya mengobok-obok sumur minyak, mereka mengobok-obok pemerintah. Dimana ada kerusuhan disitu ada LSM. Tapi namanya orang cari makan kan berbeda cara.

Karena peristiwa Abepura masih beberapa jam kedepan, maka belum saya dengar mereka rasan-rasan akan kesana. Tapi urusan di Newmount mereka sudah membocorkan bakal ada gerakan disana. Sempat kulirik, lho infusnya sudah kosong. Perawat di bel lagi. Juga tidak segera datang. HAti kecilku bicara "Wake Up Man! This is not ER movie!" - bergegas aku ke ruang posko ngobrol para perawat. Satu orang berseragam hijau datang. "Ini bukan infus tapi obat," kata perawat RS Mitra International. "Iya Lah, mbak apapun namanya, yang jelas sudah angin yang bakalan masuk kedalam nadi sipasien..."

Cuma ada diskusi singkat yang rada "match" diantara kami, mengapa meributkan UU Porno Aksi sementara kita masih buta-tuli melihat rakyat ambil jatah uang bantuan, disunat aparat di jalan, ditangkap gara-gara cuma ndodosi karung beras sekedar untuk makan. Almarhum Prof Mukti Ali bekas Menteri Agama kita pernah bilang, kita terlalu sensitip melihat paha terbuka ketimbang tulang iga mencuat gara-gara kelaparan. Ah waktunya dia untuk mandi, jururawat sudah berdatangan dengan tangan berselimut sarung karet. Aku harus pamit. Toh masih seperti belum puas "Mas aku pakai Growell" - dia bicara gadget komputer "air card" merek Growell untuk connect secara mobile dengan Internet."

Diluar gedung, baru perutku terasa lapar. Ingat saat parkir mobil, di depan PLN yang letaknya bersebelahan dengan RSMI ada penjual Sate Ayam dan Gule Madura yang kalau dilihat jumlah pengunjungnya cukup banyak, biasanya masakannya enak. Tapi saat kudatangi penjualnya sudah kukut-kukut, sementara perutku kriut-kriut. Menyesali mengapa tidak sebelum Takziah makan dulu. Akibatnya azab terasa dalam perut. Pulangnya aku kesasar. Harusnya belok kiri menuju Tol ke Bekasi malahan terus ke Klender. Belak-belok balik arah, malah mecungul ke Kuningan. Apa karena lapar, jadi kesasar.

Bekasi
3/16/2006
Mimbar Bb. SAPUTRO
Text Msg: +62811806549
http://mimbar2006.blogspot.com

1 comment:

Djuni Pristiyanto said...

tulisan menarik. mohon ijin utk diposting di milis lingkungan (lingkungan@yahoogroups.com) yah. skrg ini sdang hangat ttg topik aktivis lsm.

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com