Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 19, 2006

Ayam yang bisa berenang

Menu favorit kalau santap ikan bakar di Muara-Karang. Warnanya abu-abu bertotol putih, kulitnya kasar seperti ampelas nomor 1, dan memiliki tembolok sehingga kondang dengan ikan-ayam (bukan Iwak Pitik orang Jawa). Ketika orang lain membuang tembolok karena "geli", saya mengunyahnya karena memang unik. Harganya relatif murah namun untuk "prime time" dibakar, saat bertemu dengan gigitan, dagingnya kenyal, melawan. Apalagi pakai bumbu kecap. Sayangnya saya kurang sreg dengan sambal buatan mereka. Sederhana, kurang kecap Bango. Kelebihan akan kulit tebal ini berfungsi sebagai termos alam sehingga begitu diangkat dari bara arang kelapa, sekalipun kulitnya sudah terasa dingin tapi coba robek isi dalamnya. Alamaaak, ada panas menyengat masih bergerilya disitu. Mirip fungsi kulit ubi-kayu atau Singkong yang menyimpan panas. Sayang promosi demikian, kurang dimiliki oleh para penjual yang rata-rata orang Makasar.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com