Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 19, 2006

Pohon Ki-Hujan yang bengis

Orang Citayam gemar membatasi halaman rumahnya dengan pohon atau pohon hujan-hujanan atau Ki-Hujan. Daunnya relatif kecil, dan kalau batang ini sudah tumbuh subur, mampu menjadi pohon peneduh yang baik. Tetapi mengapa dinamakan pohon hujan-hujanan atau ki hujan, jawabnya cuma "kalu musim ujan, tumbuhnya bengis banget" - kata bengis bagi anak Citayam berarti aktip, lincah dsb. - jawaban extra yang anda dapat "Kambing kalo diempani daun ini jadi bengis makannya" - jadi cepat gede dan cepat segera di jual. Pandangan metaphoranya, kalau ujan saja bisa dipanggil, semoga mudah-mudahan - rejeki bisa luber seperti hujan.

Baru di Australia, saya lihat pohon Ki-Hujan dibuatkan plakat, lengkap dengan gambar burung yang bersuka cita membangun sarang dipohon tersebut, tujuannya pembelajaran ingkungan hidup, bahwa sebatang pohon akan berarti bagi kehidupan lain. Titelnya "Raintree Samananea Saman" diberi spesifikasinya, dipromosikan. Rupanya kalau fajar tiba, karena struktur daunnya yang kecil namun memapu menahan air sehingga embun berkumpul disitu. Saat daun tertiup angin, butir embun berjatuhan seperti hujan (tapi bukan). Lha para pengunjung datang dan berpose dibawah pohon teduh dengan perasaan puas karena ada pohon bisa panggil hujan. (Dan panggil rejeki seperti orang Samanian.)

Padahal sih masih ada tambahan keterangan bahwa "Hujan yang disebutkan tadi, sayangnya tidak terjadi di Australia" - Saya menghayal membuat plakat, akan saya tulis di Citayam banyak lho PUUN macam ginian, pakek ujan beneran .. Suwer .. Ujannya bengis disana, apalagi geledeknya. Laku kali.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com