Pohon Ki-Hujan yang bengis

Orang Citayam gemar membatasi halaman rumahnya dengan pohon atau pohon hujan-hujanan atau Ki-Hujan. Daunnya relatif kecil, dan kalau batang ini sudah tumbuh subur, mampu menjadi pohon peneduh yang baik. Tetapi mengapa dinamakan pohon hujan-hujanan atau ki hujan, jawabnya cuma "kalu musim ujan, tumbuhnya bengis banget" - kata bengis bagi anak Citayam berarti aktip, lincah dsb. - jawaban extra yang anda dapat "Kambing kalo diempani daun ini jadi bengis makannya" - jadi cepat gede dan cepat segera di jual. Pandangan metaphoranya, kalau ujan saja bisa dipanggil, semoga mudah-mudahan - rejeki bisa luber seperti hujan.

Baru di Australia, saya lihat pohon Ki-Hujan dibuatkan plakat, lengkap dengan gambar burung yang bersuka cita membangun sarang dipohon tersebut, tujuannya pembelajaran ingkungan hidup, bahwa sebatang pohon akan berarti bagi kehidupan lain. Titelnya "Raintree Samananea Saman" diberi spesifikasinya, dipromosikan. Rupanya kalau fajar tiba, karena struktur daunnya yang kecil namun memapu menahan air sehingga embun berkumpul disitu. Saat daun tertiup angin, butir embun berjatuhan seperti hujan (tapi bukan). Lha para pengunjung datang dan berpose dibawah pohon teduh dengan perasaan puas karena ada pohon bisa panggil hujan. (Dan panggil rejeki seperti orang Samanian.)

Padahal sih masih ada tambahan keterangan bahwa "Hujan yang disebutkan tadi, sayangnya tidak terjadi di Australia" - Saya menghayal membuat plakat, akan saya tulis di Citayam banyak lho PUUN macam ginian, pakek ujan beneran .. Suwer .. Ujannya bengis disana, apalagi geledeknya. Laku kali.
Post a Comment

Popular posts from this blog

Nyaris bentrok antar angkatan

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten

Meditasi Lilin bikin PeDe