Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 22, 2006

Ilustrator ‘MAHESA JENAR’ Kentardjo Meninggal Dunia



Minggu, 09 Maret 2003, Yogyakarta

KASIHAN (Kedaulatan Rakyat)

Perupa Otodidak Kentardjo (82), yang lebih dikenal Pak Ken, meninggal dunia Sabtu (8/3/2003) pukul 05.00, di Panti Wredha ‘Abiyasa’ Pakem Sleman. Pak Ken, salah seorang ilustrator yang pertama kali menciptakan tokoh prototipe ‘Mahesa Jenar’ dalam cerita bersambung (cerbung) Nagasasra dan Sabuk Inten karya SH Mintardja, yang dimuat di SKH Kedaulatan Rakyat dan cerita buku yang diterbitkan PT BP Kedaulatan Rakyat. Jenazah dikebumikan di Makam Umum Bibis, berangkat dari rumah duka di Perumahan Gunung Sempu, Jl Melati 181, Kelurahan Tamantirto Kasihan Bantul, Sabtu (8/3) pukul 15.00.



Menurut istri almarhum, Ny Endang Juwaeni (68), sekitar 3 bulan suaminya tinggal di Panti Wredha ‘Abiyasa’ dalam keadaan sakit. “Pak Ken, selama sakit karena usia tua memang sepertinya sudah sulit untuk komunikasi. Namun semangatnya untuk menggambar masih membara yang digunakan untuk mengekspresikan kegelisahan kreatif. Tapi, karena usianya sudah tua dan sakit sehingga tak sehebat ketika masih muda,” cerita Ny Endang, seraya menambahkan almarhum meninggalkan 9 anak dan 24 cucu.

Shita Birat Rudatina, putri nomor 4 Pak Ken, mengungkapkan, ilustrasi cerbung ‘Nagasasra dan Sabuk Inten’, pada perkembangannya digarap oleh Herry Wibowo, Santosa dan Andang anak SH Mintardja.

“Bapak selain menggarap ilustrasi pertama buku cerbung Nagasasra dan Sabuk Inten, juga menggarap beberapa cerbung seperti Suramnya Bayang-bayang, Api di Bukit Menoreh dan cerita lainnya. Bapak bekerja menggarap ilustrasi di KR sejak sekitar tahun 1964 hingga awal tahun 1990-an. Selebihnya, waktunya digunakan untuk menggambar ilustrasi namun hanya untuk kesibukan dan mengekspresikan kreativitasnya. Sedangkan karya-karya bapak sebagian besar saya simpan di Jakarta,” kata Shinta. (Cil)-d.

Catatan :

Salah seorang puterinya alm Kentardjo menulis surat kepada saya. Menurut Estu Brataningsing salah seorang puterinya yang tinggal di Amerika, biografi Kentardjo pernah dijadikan thesis oleh mahasiswa ASRI. Beberapa karya lukisannya tercatat di perpustakaan Cornell University. Teguh Santosa (alm) , seorang pelukis komik terkenal SANDHORA dan Mat Pelor, adalah murid almarhum. (Mimbar)

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com