Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 20, 2006

Migrasi atau Evakuasi

Date: Fri Jan 6, 2006 11:24 am

Melanjutkan kasus SMS-4444 - saat di gerai CDMA "parabola-alam" saya mendengarkan keluhan seorang bapak yang karena tuntutan kerja ingin memutasikan CDMAnya dari Surabaya ke Jakarta. Saya tidak tahu apa kerja bapak ini (EGP), tapi dia memang sempat mengeluh mengapa pelayanan Customer Care justru menghindari hari SABTU - mengingat orang kantoran macam dia, ijin seharian untuk mengurusi handphone "rada diluar nalar para manajernya". Sudah itu pas dia dan saya datang am 10:00, petugas mengatakan komputer down sehingga tidak bisa melayani pelanggan. Pelangan terpaksa keluar tidak tahu apa yang harus dikerjakan.

Di luar gerai, bapak sebut saja Anton mengangguk ramah kepadaku nampaknya ingin berbagi jengkel.

Hal yang sekarang mulai langka. Orang Jakarta, kalau diajak ngobrol biasanya langsung merapal aji "tolak bala, tolak hipnotis, tolak tipu-tipu" - tapi bapak muda ini keluar Gerai dengan wajah jengkel sambil mengasongkan handphone silvernya flip kepada saya.

"Masak mau ganti nomor injeksi dari Surabaya ke Jakarta, saya harus mengurusnya di Surabaya dulu baru surat cerainya di tunjukkan ke Jakarta, berapa tuh biaya dan waktu yang harus saya keluarkan. Belum dapetin ijin dari bos, ngomongnya gimana?"

Waktu kami bicara, seorang pedagang asongan minuman dingin menawarkan Es Teh Manis dalam glas plastik bertutup, saya ambil satu dan bapak Surabaya menolak tawaran minum dari saya. "Bagus pak, di Jakarta jangan sekali-kali menerima tawaran minum, bisa dibius..."

Seperti diketahui untuk tilpun CDMA dikenal dua sistem. Pakai sistem kartu SIM yang namanya adalah RUIM dan ada yang nomornya dibakar kedalam handphonenya (tanpa kartu SIM), istilah mereka di (in)jeksi.

Lalu saya tawarkan bantuan gratis, saya bawa dia ke langganan di Roxy Mas. "Koh, ini teman saya butuh bantuan. Bisa tidak "nimpalin" nomor CDMA bapak ini untuk di (in)jeksi dengan nomor Jakarta"

Sekali lihat, si-engkoh langsung bilang, "Gampang saya jeksi pakai (ia menyebut satu nomor), bisa."

"Ini bukan mutasi tetapi evakuasi," kata saya bergurau..

Melihat muka sumringah bapak Anton Surabaya, bahunya saya tepuk. "Urusan kita selesai, saya permisi dulu karena ada urusan lain."

Kami bersalaman dan saya mulai mewawancari gerai lain... Enaknya ada milis, mengubah nyesek menjadi "plong" lantaran ada bahan cerita.

Bekasi 6 Januri 2006

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com