Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 20, 2006

IPOD perancangnya tak setenar ciptaannya

Date: Thu Jan 19, 2006 1:38 pm

Siapa sih yang tidak kenal IPOD, alat pemutar musik yang digenggam hampir setiap remaja sekarang ini. Bahkan tahun 2004, popularitas IPOD di Inggris mengalahkan Harry Potter. Tak kurang George Bush, ratu Inggis ikutan keranjingan alat bernama Ipod ini. Pengamat rancang bangun menyebut design Ipod sebagai rancangan yang yang cocok untuk kantoran maupun rumahan. Padahal sepintas bentuknya model “retro” –
alias kunoooo. Tapi setelah dipakai …cerita menjadi lain…

Apple memang kondang dengan penemuannya yang mulanya mencengangkan – kelihatan “aeng-aeng” alias aneh, tetapi setelah menyentuhnya Apple seperti menjadi bagian tubuh kita, mudah dipakai tanpa harus kursus rumit menggunakannya. Kelebihan ini memang membuat lawan dagangnya sulit melakukan saingan dagang kecuali menirunya diam-diam. Window yang kita kenal sekarang ini, diperkenalkan pertama kali oleh Apple jauh sebelum pasukan Bill Gates “menirunya”.

Tapi, nama Ive sang perancang komputer Apple, malah jarang disebut orang. Kadang orang ini nampak diantara lalu lalang pegawai Apple. Cuma publik jarang mengenalinya. Padahal ialah orang kedua setelah Steve Jobs – sang kapitan di Apple. Steve Jobs bukan penulis program, namun mampu mengalirkan idenya brilian dan perlu diterjemahkan oleh seseorang yang mampu merealisasikan gagasan gilanya.

Padahal saat Ive pada 1992 berniat bergabung dengan APPLE ia ditolak lantaran bukan asli Inggris dan bukan hasil nepotisme pegawai APPLE.


Semasa kecilnya, anak pande perak ini selalu ingin tahu. Mobil-mobilan dibongkar karena rasa ingin tahunya. Padahal banyak orang tua ingin anak-anaknya mengembalikan mainannya dalam keadaan baik ke tempat semula. Sementara ditangan Ive, mobil sudah pasti berantakan. Lantaran bocah ini sedang berada digelombang lain, yaitu hayalan menciptakan mobil yang berbeda dengan yang dilihatnya. Lalu Apple yang semula “nyengkang-nyengkang” kini mengajaknya bergabung. Nggak heran, banyak kursi di perusahaan ini yang ditinggalkan pegawai yang hengkang dari Apple. Penjualan Apple mnurun. Akibatnya kondisi keuangan mereka ngos-ngosan, banyak rancang bangun yang dihasilkan terkendala dengan keuangan. Baru setelah Steve Jobs kembali bergabung dengan Apple yang hampir ambruk, terjadi perubahan kinerja. Dan Steve Jobs melirik Ive yang semula dianggap anak bawang.

Perintahnya sederhana “buatkan aku komputer serba guna, tetapi bentuknya tidak mengintimidasi pemakainya…” – Steve yakin betul, banyak komputer hebat beredar diluaran, namun tak jarang pemakainya seperti diintimidasi karena sistem operasi yang rumit, tombol dan kabel beraneka rupa berseliweran. Seperti dibuat untuk para maniak komputer. Alih-alih komputer dirancang membantu pemakainya malahan seperti melecehkan “kebodohan” pengguna karena cara operasi yang rumit.

Niat Steve bersambut, Ive mulaimerancang komputer dan 1998 jadilah iMac. Imac didesign dengan warna warni sehingga seakan mengirimkan pesan “sentuhlah aku, karena aku cantik, sederhana tapi jangan tanya kemampuanku....”

Filosofi Ive, sekalipun komputernya adalah gabungan teknologi dahsyat terkini, namun kalau kembali ke penampilan, jangan lupakan “Keep It Simple” – iMac menggebrak dunia. Lalu gebrakan keduanya adalah design G5 yang lebih ramping, merupakan generasi layar datar pertama dari komputer tambun yang membosankan menjadi alat sekaligus pajangan rumah.

Sukses dengan iMac, Ive mulai melihat beredarnya alat pemutar MP3 yang disebutnya “bisa membunuh pemakainya” lantaran kabel berjurai dimana-mana, belum lagi pelbagai tombol menghias kotak pemutar sampai-sampai orang bingung urutan yang harus dilakukan. Dari sini muncul ide membuat kotak sederhana, hanya dengan sebuah tombol putar namun mampu menyimpan seluruh koleksi CD di rumah. Konsep inilah yang mengawali dipasarkannya Ipod dan ternyata digandrungi dari remaja sampai kepala negara.

Brutal Self Critics – sepertinya inilah kunci kesuksesan Ive. Ia sangat keras terhadap dirinya. Kalau produknya gagal, maka sebelum berhasil menemukan produk lain, ia akan menggunakan komputer buatannya. Bahkan komputer yang laris manis dipasaran, sebetulnya belum memenuhi standar baginya. Ive juga kadang kehilangan percaya diri. “setiap memulai sebuah proyek, hantu “kalau gagal bagaimana?” selalu mengiringinya…”

Sekarang pria yang seragamnya hanya T-shirt warna hitam dan celana panjang buat jogging ini masuk jajaran celebritis. Umumnya ketika hidup terdongkrak naik, orang akan mengikuti jejak Beckham, dikelilingi wanita cantik di lembah Silicone. Tetapi pria ini bergeming (dulu saya menulisnya tak bergeming). Ia tetap dengan kesederhanaannya, hidup di San Fransisco dengan Heater istrinya anda dua anak kembar masih 18 bulan disamping mengotak-atik komputer rancangannya terbarunya.

Sebuah komputer masih bolong-bolong bakalan tempat tuts yang terbuat dari selembar aluminium, tidak ada las-lasan yang nampak, tidak ada plastik, semua baut dan mur tersembunyi sehingga yang ada hanya ujut selembar aluminium. Sederhana tapi dahsyat. Seperti biasa, ciri khas ciptaannya.

Australia
19 Januari 2006

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com