Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 20, 2006

I didnt wompole and bawooe

Tulisan saya per-Mayang-an memang banyak dikomentari terutama istilah yang di mayangsarikan. Namun keponakan saya Tabina, dasarnya anak Indo yang sudah Resident di Amerika. Mengarang tentang adik lelakinya Asyraaf yang suka mengompol.

Lalu saya katakan, kepada Tabina untuk dont worry about your "wompole and bawooe" - dia sudah punya keinginan mengarang jadi biarkan mengalir jangan terlalu dicampuri pikiran orang dewasa. Sebab kendati lahir di Amrik, konsep "ompol" dengan "wetting" sering susah disinkronkan.

Sedangkan penggunaan "stink" dianggap kasar dan urakan.

> Assalamu'alaikum
> Membaca tulisan mas Mimbar ttg Mayangsari jadi
> geli, tapi ada Mayang lain lagi yaitu Tabina (ponakannya pa'de Mimbar),
> kalau Mayang menulis Inggris gaya Purwokerto, maka Tabina menulis
> campuran Indonesia - Inggris versi sendiri: ceritanya Tabina mau
> menceritakan ttg adiknya yang suka nahan pee-pee shg akhirnya
> "accident", berikut kutipannya
> " Once upon a time , there is a boy who lied to his mommy.
> He said "I didn't wompole". But he wompoled, oooh bawooe
> begitulah translation dari kata ngompol dan bau versi
> Tabina lengkap dengan past tense-nya
> wassalamu'alaikum
> Janggam Adityawarma.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com