Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 18, 2006

Medical Check di Lakespra

Thu Feb 24, 2005 7:32 pm

Urusannya adalah mendapatkan Visa ke Papua Nugini. Salah satu persyaratan adalah medical check meliputi Jantung, Paru, Ginjal, Mata, Torpedo (HIV), Kaki, Urat (syaraf), Telinga, Otak (lho ini seperti sop Betawi ya...)

Kebetulan nih sudah lama tidak pernah tahu onderdil. Maka aku pergi ke beberapa RS untuk mencari kemungkinan diperiksa ala ONE STOP Clinic.

Ternyata tidak mudah...

Umumnya, rumah sakit cuma punya satu spesialis. Harapan Kita misalnya jago di Jantung, tapi memble di Neurologi. RS Sumber Waras, lebih telo lagi.

Akhirnya pilihan jatuh pada LAKESPRA yaitu RS milik Angkatan Udara, yang lokasinya terletak di jalan MT Haryono, ngalor CarreFour. Jadi kalau anda dari arah Cawang menuju Grogol, maka begitu melewati CarreFour, langsung belok ke Lakespra (ada penjaga Provostnya baca koran). Saya memilih RS ini sebab yang diuji disana adalah penerbang (maksudnya pilot, bukan group "terbangan" alias samrah), jadi ada nilai akurasi yang kredibilitasnya tidak main-main.

Nyawa je botohane.

PUASA DULU SEMALAM...
Saat mendaftar (jam 8-10) ambil yang Eksecutive Plus, total dengan HIV test adalah 1 juta-an, dan bagian bendahara masih hijau lihat cash. Kalau kartu kredit bakal di charge 3%, kalau kartu ATM mereka belum melayani. Setelah mendaftar, dan mengisi formulir anda dipersilahkan bayar di loket bendahara. Duit "mak-glethuk" ditukar secuwil kertas namanya Kwitansi atas nama Aeroklinik LAKESPRA Saryanto, Jl. MT Haryono.

MAKAN INCLUDE
Nah dari sini anda digiring ke kamar ganti sambil diberi kimono, masukkan baju dan celana kedalam loker yang masih ada anak kuncinya, ceklik dikunci dan beranjak ke loket Laboratorium. Nggak usah kuatir lokasi loket karena ada petugas ayu berpakaian ala Wara yang Wara dan Wiri menganterkan kita ke Laboratorium untuk diambil darah puasa sebelum kita dipersilahkan makan di Cafe yang sudah termasuk dalam paket. Hidangannya militer bangget, telur rebus plus roti berselai, atau nasi goreng, atau nasi soto ayam..

Saat menyuap hidangan, mbakyu petugas diam-diam menuliskan di berita acara, dihitung dua jam lagi untuk pemeriksaan darah setelah puasa. Usai santap kita dijemput petugas untuk melakukan serangkaian uji kesehatan THT, Neurologi, Rontgen, Spirometri (daya kapasitas paru-paru), Mata, USG Abdomen, Pemotretan Gigi dan rumusnya, Audiometri (pendengaran) dan reaksi tubuh.

USG: Selama ini pinggang kanan sering pegal. Penasihat Spiritual bilang ada batu. Eh USG bilang normal dan tidak ada gejala apa-apa. Cihuiii..

PARU-PARU. Saat spirometri saya gagal. Ditanya apa merokok? saya jawab tidak. Olah raga? Ya. Lho kok hasilnya dibawah rata-rata, napas begini miliknya perokok. Lalu test diulang, teknik menghembus pipa diperbaiki dan saya berhasil mendapatkan skor "normal" tidak merokok. Coba saya mengaku merokok, tidak masalah.

AUDIO. Test pendengaran rada rumit sebab kita berada dalam ruang kedap suara. Lalu suara sering muncul dari kanan atau dari kiri, disamping harus konsen mendengar suara yang terkadang haluus sekali, reflek diuji untuk memencet tombol kanan atau tombol kiri.

NEUROLOGY. Ini test standar pilot punya. Kadang didepan kita diberi sinar terang yang berkelap kelip ala lampu disco dan reaksi otak dicatat.

EEG.Yang menarik waktu uji gelombang alpha. Komentarnya ada gangguan didepan tidak mempengaruhi gelombang alfanya. Alias sedikit tahan terhadap stress.

KARDIO.Test terakhir adalah lari di TreadMill selama 10 menit (celana sport dan handuk dipinjami), tapi perawat rada iseng, saya masih diberi extra beberapa menit sampai ngos-ngosan, baru dia stop setelah perawat lain datang lho itu sudah mencapai titik maksimum. Sudah cukup.

Selesai tread-mill lalu kita kembali ke laboratorium untuk test darah setelah makan (2 jam kemudian), mak nyus jari kiri dicoblos untuk diambil sekali lagi darahnya.

Bagi yang ingin melakukan checkup ala pilot, maka LAKESPRA Saryanto bisa jadi pilihan untuk dicoba.

Hasilnya, semua memang masih dalam batas normal.

KOMENTAR DAN SARAN
Tapi yang tidak nahanin, komentar pak Dokter dalam Sertifikatnya.
"Orang ini terlau NDUT, dia perlu penanganan khusus," kata dokter satunya
"Dokter bagian gigi yang memoto susunan gigi bilang, giginya perlu dirawat, banyak karangnya, ada bolong yang perlu dibuatkan prothesanya...."

Wah kalau di kurs dengan Pilot, jelas njeglek dong saya...

2 comments:

Ali Irfan said...

kalau tes psikiatri di lakespra pernah ada yang nyoba?
mo ikutan tes itu besok kamis.
sama lakespra juga.

Adminbiz said...

berapa ya biaya medical chek up di lakespra?

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com