Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 19, 2006

Reporternya adalah warga dunia

Date: Thu Jul 7, 2005 7:36 am

Orang bule enteng saja mengatakan "Oh My God" entah dia kaget, terkesima, terheran bahkan saat terengah-engah "menuju puncak" sekalipun. Tetapi bagaimana dengan plesetannya "Oh My News" - maka jadilah ia sebuah nama yang mulai moncer dalam dunia maya ini. Adalah Majalah TIME dalam edisi terbarunya menyebut salah satu website terbaik dunia adalah www.ohmynews.com - Dan jangan salah, bukan Amerika pemilik situs ini melainkan Korea Selatan. Lantas saya masuk ke situs ini dan astaga ternyata sekalipun konsepnya tidak baru-baru amat, situs ini mempersilahkan seluruh responden seluruh dunia untuk mengirimkan naskahnya, dan dimuat di jagat maya.

Satu lagi pembalikan logika terjadi, dari dulu yang namanya wartawan adalah pegawai sendiri, melalui proses recruitmen yang rumit, dididik secara khusus, dia menjadi reporter untuk majalahnya. Yang repot sudah dibesarkan dengan biaya tak sedikit, baru "jadi-orang" sudah dibajak perusahaan lain

Lha si Korea, kadilalah rada "aeng" alias antiq, semua orang bisa menjadi reporter. Bisa nulis, punya akses internet, sila kirim ke redaksinya. Begitu kok repot. Ndak perlu membawa aliran. Namanya dunia, satu bilang biru di Madura bilang IJO.

Tidak dinyana situs yang cuma iseng dibuat oleh 4 orang Korea Selatan ini berkembang menjadi situs dengan 53 karyawan tetap, termasuk 35 reporter, rata-rata penulis atau reporter dunianya naik dari 700 orang ke 30.000 reporter dunia dengan arus deras sebesar 200 artikel perhari.

Lantaran aneh, dan berani keluar jalur, terang saja Yeon-Ho sang kapitan, mulai menuai cemooh "what the hell is that Journalism" - lebih menyakitkan lagi ia rugi sampai US 17.000 - namun calon Doktor (waktu itu) dari Sogang University di Seoul, Korea Selatan "isin mundhur" - Semua berangkat dari rasa kurang grengnya mahasiswa yang pernah mengenyam setahun dipenjara rezim berkuasa akan isi dan pemberitaan media di negerinya. Namun impiannya mengalahkan semua halangan. Buktinya ia mulai menangguk untung. Investor mulia melirik kepadanya.

Istilahnya ini ajang terbuka. Orang Muhamamdiah, Ahmadiah, LDII, Nahliydin, Islam Liberal, bahkan kelompok yang lagi santer OPUS DEI, boleh mengirimkan laporannya kesini.

Salah satu artikel Indonesia adalah mengenai kematian Munir Said bin Thalib. Judulnya yang nggegirisi "Pembunuhan Tokoh Demokrasi" - seakan-akan dunia ini seperti Senopati Pamungkas, nggak cocok jalan pikiran lantas "Mak Klekeg" - habisi nyawanya, habis perkara. Padahal logikanya orang tahu "termasuk BIN" bahwa menghilangkan nyawa tokoh populer, justru akan mengangkat junjung tinggi kepopulerannya bahkan jadi martir, bukannya sebaliknya.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com