Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 18, 2006

Kangooro Bar dan Shock Key

Date: Fri Feb 25, 2005 6:30 am Subject: Kanggoro Bar dan Schock Key

Mengendarai di "hutan" kalau masih ada namanya hutan yang belum pernah dilihat sebelumnya memang pengalaman luar biasa, terlebih dilakukan pada jam 03.00 dinihari.

Itulah yang saya lakukan ketika dari belantara hutan Queensland menuju sebuah airport kecil bernama Biloela. Nasihat supir yang sering bepergian dikawasan itu sederhana, yaitu ikuti jalan tanah yang ada jejak ban mobil, pasti sampai ke tujuan. Di luar itu hanya "puun" dan semak, serta mahluk malam. Jadi kalau kesasar, alamat mahluk malang. Sebab kecuali CDMA, maka segala macam GSM tak berdaya di daerah pertanian ini.

Crew Change Dadakan.

Dalam perminyakan ada istilah "crew-change" dimana pegawai yang sudah bekerja 2 minggu hukumnya wajib untuk dicharge baterainya. Celakanya supir Rig sedang pada off semua sehingga acara main orang-kaya-kayaan karena disupiri bule berbalik menjadi main-supir-supiran sendiri.

Rencanaya kami mengendarai mobil Land Cruiser berjudul Mitchell Drilling, sesampainya di Airport, ada serah terima dengan seseorang darah-baru dari Mitchel Drilling yang belum kami kenal. Biasanya mudah dikenali, pertama mereka selalu pakai jean, kedua T-shirt, sepatu bisa keds, dan roman muka biasanya keras.

Ada 26 kilometer jalan "tak bertuan" alias jalan tanah, dan sisanya 62 kilometer jalan tanah agak keras, dengan kadang ketemu rumah petani setiap 2-3 kilometer. Maka bukan alang kepalang rasa penasaran saya ketika memasuki belantara (handphone tak ada signal), mulai melihat serombongan jenis Kanguru "Walabi" berloncatan sekitar kendaraan. Katanya binatang ini kerap menghadang jalan, namun kali ini mereka hanya berlarian melihat kendaraan kami. Selain Walabi, ditemukan juga binatang malam lain seperti marmut, dan Kanguru. Kanguru ini memang agak ditakuti sebab rada nekad menyerang kendaraan, sehingga untuk menghindari jatuhnya korban kawanan kanguru, kendaraan lapangan selalu diberi tanduk. Ini persis kijang tahun 1996-an yang selalu dikasih tanduk. Ternyata di Queensland dipakai untuk mendorong bokong atau hidung Kanguru atau Sapi yang terlalu "driver friendly".

Akhirnya perjalanan yang katanya "cuma 1,5 jam" kami selesaikan cuma 3 jam. Disertai keringat dingin, dada berdebar kuatir salah jalan. Lha kalau salah belok bisa-bisa hanya tanya "rumput yang bergoyang". Lha wong jarak 5 km belum ditemukan rumah.

PIPIS 2 DOLLAR.
Memasuki jalanan aspal, kami berada disatu tempat bernama Moura, disini penyakit beser saya kumat lantaran tegang seluruh tubuh melihat rute jalan, dan giliran tegang-lokal lantaran minta pipis. Sempat melihat tulisan "Public Toilet" dipinggir jalan. Tetapi teman saya bilang di pom bensin saja.

Percaya kagak percaya, pomp bensin ngecharge saya dua dollar (12 ribu rupiah) untuk kencing bercebok kertas. Kondom rasa strawbery dijual dua dollar dalam mesin otomatis bercat putih disudut toilet bergandengan dengan mesin penjual jarum suntik bagi pemadat narko atau penderita diabet. Harganya satu spuit adalah 2 dollar alias Rp. 12.000

Sementara rekan saya yang sedianya mau tuntas dengan rokok, ganti acara beli "sekali ini aja" sebungkus dengan harga 60 ribu rupiah, dia yang bukan orang Indo ngomel, kalau Gudang Garam sudah satu pak ya....

Indo dikenal icon Gudang Garamnya.

Satu lagi pembuktian bahwa merokok bukan kebiasaan baik. Teman beli rokok, aku kena 2 dollar (Yahudi bener nih aku). Akhirnya perjalanan yang deg-deg plas, sampai juga dikota Biloela sekitar jam 8.00 berarti 5 jam sudah kami pergunakan.

Pasalnya aturan main di jalan raya 80km/jam, atau memasuki perkotaan 60 km/jam harus ditaati kalau tidak mau berurusan dengan polisi. Ketika penumpang pesawat berbaling-baling merek Metro 23 milik maatschapy Sunshine Airline tiba, saya main nekad saja, "anyone from Mitchel?" persis seperti sales hotel di Bandara. Eh kok benar diantara rombongan menyeruak seorang dengan lukisan seperti yang saya katakan diatas.

"Contact KEY"

"Hi mate, how is doing, thats your car, the contact key (maksudnya kunci kontak) still there". Lha memang bener, kalau mau bilang "car key" untuk kunci kontak kok nggak manteb. Rupa-rupanya perbendaharan Inggris saya masih berkutat sekitar "mengInggriskan bahasa Jawa" giliran lawan bicara bingung sudah aksennya aneh, pakai diksi yang kacau lagi. Satu lagi kalau parkir di Australia, kunci (kontak) ditinggal saja. Mobil ndak pelu dikunci pakai remote yang terkadang malahan merepotkan.

Kini giliran saya yang naik ke pesawat Metro23 perusahaan Sunshine Air berbaling-baling yang pilotnya cewek bule ayu, melayani buka pintu pesawat. Dan hanya diberi segelas air kemasan.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com