Posts

Mengenal Jajaran Pekerja Pengeboran

Kalau anda melihat video mengenai pengeboran maka wajah yang ditampilkan umumnya pekerja berpeluh ria dengan muka kotor akibat cipratan minyak, otot yang sekeras baja karena setiap hari tak kurang 12 jam melakukan olah ragawi. Orang ini disebut " floorman " - karena pekerjaannya selalu melantai di panggung bor. Dalam satu ploeg terdiri dari tiga orang, misalnya Dan, Karl, Paul bekerja pada tengah hari sampai tengah malam sementara Simon, Tane, Mark bekerja pada tengah malam sampai tengah hari. Setelah berpengalaman mereka naik pangkat menjadi " derrickman ," seperti Jamie, lantaran pekerjaan utamanya naik menara bor untuk memasang dan membongkar pipa. Ia harus naik ke satu platform yang disebut "monkeyboard" mengingat panjang pipa bor rata-rata 30meter. Setelah Jamie, sang derrickman berpengalaman cukup banyak, ia akan naik pangkat menjadi " lead derrickman ." seperti John. Seterusnya ia akan dipromosikan sebagai Asisten Juru Bor atau Assistant ...

Artikel #929 Jangan Bilang Aku Jadi Pekerja Rig, Temanku Mengira Aku Direktur (2)

Pensiun tanpa sepengetahuan keluarga. Kata orang bijak bekerja itu seperti masuk warung Nasi Kapau. Di meja sendiri terhampar rendang sapi berwarna coklat kehitaman entoh tergoda daging cincang dipiring teman. Selalu ada tawaran lebih menarik untuk pindah juragan. Supaya jangan bingung, panteng saja rendang-ditangan. Akibat peribahasa tersebut setiap ada tawaran kerja yang lebih menarik (tentu dengan resiko dan tanggung jawab lebih besar), saya cenderung bergeming. Apalagi kalau meminta pendapat keluarga. Bisa dipastikan mereka bakalan keukeuh tetap setia dengan perusahaan lama dengan harapan siapa tahun tahun mendatang terjadi perubahan lebih baik. Tentu mereka tidak paham saat boss dengan muka ditekuk macam kerah baju kurang kanji memanggil saya ke ruangnya. Setelah menutup pintu lalu meminta sekretaris agar tidak mengganggu atau menghubunginya. Sudah seperti "rumus" - boss umumnya memanggil karyawan untuk urusan yang "tidak enak" bisa berupa kesalahan pegawai, ke...

Artikel # 928 Punkasila

Malam itu di hotel Perth saya rada malas menyaksikan TV Australia soalnya kebiasaan di tanah air melihat belatung, mutilasi, tiba-tiba beralih ke acara yang lebih menyentuh perasaan manusia sekalipun kadang mengejek politik negara lain. Saslah satu TV Australia tahun lalu pernah menayangkan betapa wajah para pemimpin kita dibalik muka disetel sedih, mengutuk keras atas kejadian teror bom yang terjadi dipelbagai negara dan Indonesia ternyata, berhasil merekam wajah sumringah para wakil rakyat di Senayan. Mereka bercerita mengenai berkah hujan keras kucuran dana dari Amerika, Belanda dan negara-negara lainnya. Tak heran acara dibuka dengan sebuah pertanyaan, " dibalik tragedi teror, kematian, kesedihan, kutukan," apakah anda tahu bahwa wajah sebenarnya para pemimpin dan politikus tidak seperti yang kita kenal selama ini ." Tetapi Indonesia yang diceritakan pada Selasa Malam 22/5/07 jam 21:30 di stasiun ABC agak lain. Mula-mula mereka bercerita tentang pendudukan Ramadi. La...

Artikel #927 Jangan Bilang Aku Jadi Pekerja Rig, Temanku Mengira Aku Direktur (1)

Aha saya sudah dapat email beserta lampiran tiket elektronik dari Perth bahwa Senin malam 21 Mei 2007 saya naik Garuda GA730 yang berangkat dari Sukarno Hatta pada jam 9:30 malam. Berarti tidak terasa sudah 4 minggu aku habiskan leyeh-leyeh menjadi pengangguran bergaji di rumah. Kebetulan anakku sudah selesai liburan dan harus kembali ke Singapura. Jadi malam ini kami berangkat bersama-sama. Cuma anakku di gerbang D sedangkan saya di E. Agak mengherankan biasanya mereka bersikeras menggunakan Qantas. Biasanya kalau saya mengasongkan email berisikan E-tiket di loket check-in, maka pihak Garuda mempersilahkan saya menuju loket lain untuk dibuatkan tiket yang berlapis-lapis warna warni dan memakan waktu cukup lama. Sehingga maksud utama dari E-tiket, layu sebelum berkembang. Namun kali ini mereka langsung menanyakan passport saya dan pas masuk langsung diberikan tanpa meminta sepeserpun airport tax (Rp 100.000), karuan saja saya bilang "mbak kok saya tidak diminta airport tax?."...

Artikel #926 Kekuatan Doa atau Doit

Image
Usai meletakkan barang kabin di rak atas, saya langsung menuju tempat duduk saya yang mengambil tempat di dekat jendela pesawat Value Air. Seseorang sudah duduk terlebih dahulu dalam barisan bangku saya profilnya mengingatkan saya akan seseorang selebritis. Sepintas mirip dengan potongan pemilik Jamu Jago yang sering memberikan ceramah, hanya teman saya duduk ini potongannya lebih kekar dan tinggi. Lantaran "miripan Jaya Suprana" ini duduk dipinggir gang, maka tentu saja saya harus permisi untuk lewat didepannya. Saya lirik ia mengenakan baju putih lengan panjang dengan celana gelap dilengkapi suspender dengan rambut tumbuh pendek seperti orang habis di gunduli. Matanya yang sipit tertutup dan bibirnya komat-kamit. Lalu saya tunggu ia selesai berdoa, pikir punya pikir seberapa lama sih orang berdoa, sekalipun penumpang dan di belakang saya sudah mulai mendorong tak sabar untuk mencari tempat duduk mereka masing-masing. Karena terlalu lama menunggu selsai berdoa, akhirnya b...

Artikel #925 Haruskah Aku Bunuh Diri

Haruskah Aku Bunuh Diri?! Seiring hembusan sepoi angin sore,aku duduk termenung sendirian di bawah blok apartemen rumah majikanku, sementara itu bau bunga kamboja yang tumbuh tegar, tidak jauh dari kursi besi yang kududuki menyengat kuat kedalam lubang hidungku, dan seketika itu juga aku hanyut terbawa oleh arus lamunanku yang berkecamuk tidak menentu. Betapa nikmatnya jika setiap hari aku dapat mencium bau harum seperti ini, mungkin.... aku merasa lebih tenang, karena bau wangi ini sepertinya meredekan masalah pribadi yang saat ini benar-benar serius kuhadapi- 'dihianati oleh kekasih yang sangat kucintai yang akibatnya aku tidak punya semangat untuk bekerja di Negeri Singa ini'. "Haruskah aku mengakhiri hidupku alias bunuh diri dengan caraku sendiri, agar setiap hari aku dapat merasakan bau harum sebegini?" pertanyaan ini tak henti-henti kutanyakan kepada diriku sendiri...agar akhirnya aku bisa terbaring selamanya dibawah pohon-pohon kamboja yang tumbu...

Artikel #924 $40 untuk membersihkan AC

Image
Air Condition Samsung di kamar kami di Blok 13, Holland Drive sudah beberapa hari ini meneteskan air bukan dari salurannya melainkan dari kisi-kisi AC. Dalam 3 hari sebuah ember 10 liter bisa penuh. Lalu kami panggil teknisi AC, kira-kira jam 11:00 datanglah seorang teknisi dengan sebuah tangga dan mesin Vacuump. Ada 5 menit saluran pembuangan AC yang mampat disedot. Dan AC berfungsi kembali. Untuk itu kami harus mengeluarkan $40 (200 ribu rupiah Indonesia). Di Indonesia saya hanya membayar 30 ribu rupiah untuk service AC semacam ini. Kalau saja di Jakarta, saya akan mengganti langsung dengan buatan Cina seperti Chang Hong. Sayang ini apartemen sewaan, salah langkah saya malahan di dakwa merusak barang sewaaan. Mimbar Bambang Saputro mimbar dot saputro at gmail dot com 0811806549