Posts

Showing posts with the label perth

Terpaksa Hampir Malam di Bali

Yang membuat hati mongkok (menggelembung) ketika pesawat dari Perth bersiap mendarat ke Bali, adalah wajah para turis Australia semangkin (ng) cerah, Bali..Bali, Indonesia kata mereka. Saya membayangkan mereka pulang membawa kenang-kenangan kaos Bir Bintang. Ketika mereka sibuk menurunkan papan selancar dari tempat pengambilan bagasi, saya ngelonyor ke loket keberangkatan dalam negeri. Maklum masih menggembol tiket cadangan ke Jakarta. Melihat panjangnya daftar penumpang cadangan GA 727, Denpassar - Jakarta. Harapan saya seperti melaporkan kehilangan HP ke kantor polisi. Kemungkinan berhasil keangkut cuma tersisa setipis pisau cukur. Untunglah petugas menerbitkan harapan " bapak sendirian?, tidak bawa bagasi? " Kontan saya jawab "Yes", mau rasanya menyodokkan siku saya kebawah seperti yang diperlihatkan di filem olah raga. Paling korban sebuah pemotong kuku dibuang agar tidak mengalami hambatan di pemeriksaan barang kabin nantinya. Biar lebih "yes" lebih...

Gulai Petai di Perth, Nyasar di toko Pinky

Selasa, 21-08-2007 14:43:31 oleh: Mimbar Saputro Kadang rindu juga akan masakan Indonesia. Maka TKP di jalan Barrack, Perth menjadi sasaran utama. Dengan tajuk Indonesia Indah, House of Rendang, maka jangan buru-buru memerintahkan enzym dalam perut bahwa anda akan menemukan cita rasa bak Sari Bundo, Simpang Raya atau Sederhana, sebab bagaimanapun pemilik kedai harus menurunkan standar bumbu agar tidak terlalu "merendang banget" sehingga bisa dinikmati perut "Mat Sale" alias bule.Ketika arloji menunjukkan pukul sembilan belas malam, saya sudah berada di mulut pintu masuk. Karena letaknya di lantai dasar, diperlukan tangga untuk menuruninya. Di ujung anak tangga terakhir, sensor elektronik meraba tubuh saya dan langsung berteriak nyaring sehingga seorang anak muda keluar dari dapur. Sambil celingukan. Lalu ia masuk kembali kembali bergumam "kok orangnya tidak ada?," Padahal sosok setinggi 163cm bobot 82 kilo sudah berdiri "ngejogrok" didepan bufet...

Artikel #901 Berebut air dengan Pinus

Memandang hutan pinus apalagi dipuncak gunung berselimut halimun tipis konon mampu membuat beban berat terasa lepas begitu melihat batangnya yang semampai dan luwes seperti manekin yang berjalan dipanggung-panggung kota Paris. Belum lagi siulan angin yang membelai dedaunan pinus lengkap sudah keindahan mereka. Hutan pinus hijau royo-royo selain indah juga berfungsi sebagai hutan lindung danpenyangga kota. Maka ketika banjir melanda sebuah kota, mudah sekali orang menjatuhkan harga mati bahwa pembalakan hutan adalah penyebab utama. Tetapi di Australia Barat, justru yang terdengar adalah, salah kawasan hutan pinus malahan dipandang biang kekurangan air yang semakin mulai dirasakan oleh warga kota Perth. Di kawasan Gnangara, pinus ditanam seluas 23 ribu hektar untuk keperluan industri dan keindahan kota. Apalagi ada danau Gnagara yang diambil sebagai penyuplai air minum disana. Namun yang mulai dirasakan, pohon langsing ini ternyata mampu menimbun 40 triliun liter air yang seharusnya te...

866 - Anjing dan Perempuan Buta

Image
Sebuah siang yang melelahkan, suhu mencapai 40 derajat selsius di Perth ketika saya keluar dari halaman konsulat Indonesia di Perth, tepatnya diluar pagar konsulat lantaran hanya diperbolehkan memencet bel dan bicara didepan aiphone untuk menanyakan kemungkinan memperpanjang passport. Sementara pagar konsulat yang tinggi bercat hitam bagai menolak kedatangan seorang TKI macam saya atau karena waktu di hari Rabu Februari menunjukkan pukul tiga petang waktu setempat. Passport saya sudah kurang dari enam bulan masa lakunya, keadaan banjir di Februari 2007 membuat saya ragu apakah pelayanan publik di Jakarta bisa diharapkan diandalkan. Ternyata di Australiapun urus passport harus sepuluh hari kerja, sementara anak saya di Singapore hanya perlu menginapkan pasport dua malam dan mendapatkannya kembali pada hari ketiga. Disebuah lampu setopan, seorang wanita muda berbaju terusan hitam nampaknya buta dituntun seekor anjing labrador. Ia berdiri mematung beberapa waktu, kepalanya ...

864 - Christina nama supir Taxi itu

Jam 03:00 pagi pesawat saya baru mendarat di Bandara Perth, Australia. Lalu saya antri ambil taxi Swan menuju hotel, ternyata kebagian mobil Van dikendarai seorang cewek berambut pirang sebahu dengan body mirip ibunya Schapelle. Maksud saya lebih "impluk" dari Corby Schapelle. Usia saya taksir sekitar 50-an. Tapi rata-rata cewek Australia boros muka jadi penampilan tidak bisa dijadikan pegangan. Saat membukakan pintu bagasi dia langsung menyapa " I am Christina " sementara saya hanya berhai-hai, toh disebutkan namaku pulang-pulang dia cari ahli urut lantaran lidahnya keseleo. Dalam perjalanan saya curiga sebab ia buka kaca mobil, tanpa minta ijin dari saya. Rupanya ia mengambil sesuatu dari dashboard lalu "jress" menyalakan rokoknya. Sejatinya saya bisa protes sebab dia merokok dalam kendaraan umum. Tetapi, sebelum-sebelumnya dia bilang pernah ke Bali. Jadi soal isu ngelepus merokok, saya sudah kena skak-mat. Tidak bisa berkutik. Sambil kelepas kelepus Chr...

859 - Kutu musim panas

Saya lihat para pesawat Garuda agak sepi terbukti didepan saya satu deretan kosong, padahal Garuda sudah mulai mengubah citra, ramah, dan menempa diri di teknologi informasi seperti bermain di Website, maksudnya anda bisa mengetahui status booking anda di website asal tahu Kode Booking anda. Lalu ingat beberapa tahun lalu di Pekanbaru saya pernah menanyakan soal tiket murah plus adegan dan pengalaman horror yang disuguhkan penerbangan lain. Pihak Garuda hanya menjawab " kita tidak bermain di keselamatan pak !" - waktu cepat sekali melintas. Sepertinya pihak Garuda baru bicara sepuluh hari lalu. Beberapa saat menjelang mendarat ke Perth, Australia Barat. Pramugari Garuda yang bertugas sejak dari Jakarta, menerangkan melalui pengeras suara bahwa jam sekarang menunjukkan pukul kosong satu dinihari waktu Indonesia Barat, atau pukul kosong dua pagi waktu Perth. Baru saja melahap roti Srikaya, yang dihidangkan dengan senyuman manis pramugari disertai kata-kata "komplimen da...