Posts

Showing posts with the label buku harian

Perempuan dan buku harian

Perempuan dan Museum Kamis, 13-09-2007 18:50:39 oleh: Mimbar Saputro Kanal: Gaya Hidup Perempuan Perancis ini tergolong bandel. Diam-diam ia merayap menyelinap kedalam kapal Uranie. Padahal tujuan kapal berangkat pada 17 September 1817 adalah dalam rangka melakukan ekspedisi ke negara di belahan bumi lain yang penuh resiko. Seperti penyakit menular, diterkam badai atau dibantai perampok. Toh semua itu tidak menggoyahkan tekad Rose. Rupanya untuk merealisasikan nafsu berpetualangannya Rose menjalin kisah asmara dengan seorang ekspeditor bernama Louis-Claude de Freycinet agar dapat menyelinap sebagai penumpang gelap. Ekspedisinya sendiri berhasil gemilang. Namun yang membuat Pemerintah Perancis menggeretakkan gerahamnya lantaran diantara laporan tersebut terselip lukisan tenda yang didirikan oleh ekspedisi Teluk Hiu Australia dengan Rose didampingi seorang anak lelaki Mauritania, duduk didepan tenda. Sepertinya Rose menemani sang opsir (mungkin suaminya) yang sedang asik mengolah peta...

Buku Harian (bekas) Peternak Gurami - Mendadak Dukun

Saya tengok arloji mengarah pada jam dua jam sebelum tengah malam. Seharian penuh saya mengontrol kolam gurami, tak terasa hari sudah malam. Kulit leher dan bahu mulai merasakan sengatan matahari yang semula tak diindahkan. Hasil kebun Citayam berupa Daun singkong, daun pepaya muda, singkong sudah dimuat kedalam kendaraan untuk oleh-oleh tetangga di rumah Grogol. Kalau tidak ingat besok harus ke kantor rasanya berat untuk melepas dingin malam, suara air yang saling memecah, terkadang kecipak air yang ditimbulkan ikan Gurami yang berkejar-kejaran. Namun diantara gelapnya malam, sesosok tubuh tinggi kurus nampak mendekati kami. Rupanya bang Manaf seorang pekerja serabutan mengabarkan bahwa adik iparnya mengamuk sampai harus diikat. Rupanya sang adik sudah lama menderita sakit, lantaran kehabisan uang dan si sakit tak kunjung sembuh, ia dijemput balik oleh keluarganya dan bermaksud diterapi oleh orang pintar. Sampai di rumah ia malahan mengamuk sehingga menghebohkan se RT-RW Citayam. Sepe...

Buku Harian (bekas) Petani Gurami - Mendadak Dangdut.

Sepucuk undangan dicetak di atas kertas sederhana nampak terselip di meja saya di Citayam. Undangan perkawinan, sekaligus iming-iming ada hiburan berupa Layar Tancep semalam suntuk ditambah dengan Acara Dangdutan sampai dinihari. Ini adalah tradisi mengakar di kalangan warga Citayam, hutang boleh bertumpuk, tanah tegalan di belakang rumah boleh "diiris" alias dijual sedikit demi sedikit, asalkan acara perkawinan dirayakan secara hutang-hutangan kalau saya boleh menggantikan kalimat dengan habis-habisan. Soal biaya hidup selanjutnya "pigimana nanti yang di atas" - dan ndilalah , pola berpikir " miring " ini ternyata manjur dan hepi-hepi saja diterapkan di Citayam. Maka tak heran pengendus bisnis dengan sukarela menawarkan ranjang pengantin, lemari, sendok garpu sampai ke pengadaan layar tancep dan orkes. Dengan bayaran kredit atau " tuker dengan lebak " alias barter dengan tanah. Beli amplop kosong bonusnya ditulisin alamat. Ada kebiasaan disini...