Artikel #907 Pintoe Besar mana pintoenya
Seabad lalu gubernemen Belanda mengundang para pahlawan tanpa tanda jasa yaitu goeroe dari Solo dan Yogya untuk berkunjung ke Batavia. Mereka dibawa ke Stadhuis (Gedung Bicara), pabrik gas, percetakan uang kertas, dan (astaga) juga pabrik Candu. Soal candu ternyata orang Olanda pikirannya cerdik, daripada penjualan jenis psikotropi jatuh ke pengedar liar, mendingan merekai mengorganisasikan perdagangan ini melalui para pacht (dealer). Maksudnya selain legal juga menguntungkan pundi negara. Alasan lain entoch para penyeret (pecandu) itu bakalan masuk keluar panti rehabilitasi seperti kerbau dengan lumpur sawah. Dimandikan sampai tandas tidak lama akan kembali ke kubangan lagi. Mending mereka dicekoki opium "pahe" syukur bersedia mencuri start menemui Giam Loong alias dewa kematian versi buku silat KPH. Ketika rombongan goeroe melalui jalan Pintoe Besar, ada (bapak) bertanya pada pengantar-nya, buat apa bersusah-susah melihat Pintu Besar zonder (tanpa) melihat pintunya Ditanya ...