Posts

Showing posts with the label penumpang

Salah Kamu

Salah kamu Jumat, 06-07-2007 22:19:15 oleh: Mimbar Saputro Jeritan kecil campur kaget kedengarannya berasal dari arah toilet airport lounge di Bandara Simpang Tiga Pekanbaru. Rupa-rupanya ada seorang penumpang perempuan sedang asyik ber "wiwi" sambil jongkok ketika tiba-tiba pintu WC dibuka oleh seorang penumpang pria. Sang wanita menyalahkan pria yang tidak mengetuk pintu, sementara pria muda berkulit gelap tidak kalah sengit menuding " salahnya ibu, kenapa pintu toilet tidak dikunci ". Malahan sang pendobrak menambahkan kata-kata " jangan takut di Irian saya biasa lihat begituan, lagian saya sudah kawin.. " " Wah alamat sial itu.... " pikiran klenik saya muncul. Kata orang dulu kalau nontonin aura(t) lawan jenis non muhrim maka akan ketiban sial. Mungkin "sanepo" peringatan para orang tua dulu maksudnya agar para lelaki tidak gampang terkokang bilamana bertemu dengan urusan arus bawah. Lalu pria y...

Penumpang Garuda Bersepatu Merah Darah

Kamis, 05-07-2007 02:42:29 oleh: Mimbar Saputro Di ruang tunggu Airport Perth wanita muda ini duduk satu deretan bangku dengan saya. Tas tangannya diselempangkan sejajar pinggang kanan lalu ia duduk sambil menyilangkan kakinya. Hemm, nampaknya menggunakan celana legging hitam sampai mata kaki, sepatu merah dan rok merah diatas lutut. Sebuah peragaan busana yang lumayan berani dan mengundang tsk...tsk mengingat udara Perth sampai menggeletarkan tulang sumsum saking dinginnya. Beberapa detik kemudian, tangannya menyambar handphone dalam tas coklat sambil membuka kata " hallo darling ." Saat mengucap kata “darling” ia menekan hurup "r" seperti mengajar balita bernyanyi lagu berdarah "Potong Bebek Angsa." Dengan penekanan pada hurup “r” pada bait akhir tralala... Wanita muda bertubuh langsing ini tingginya sekitar 155cm, saya taksir usianya mendekati seperempat abad. Rambut hitam lurusnya dibiarkan berponi dengan ujung rambut be...

Artikel #927 Jangan Bilang Aku Jadi Pekerja Rig, Temanku Mengira Aku Direktur (1)

Aha saya sudah dapat email beserta lampiran tiket elektronik dari Perth bahwa Senin malam 21 Mei 2007 saya naik Garuda GA730 yang berangkat dari Sukarno Hatta pada jam 9:30 malam. Berarti tidak terasa sudah 4 minggu aku habiskan leyeh-leyeh menjadi pengangguran bergaji di rumah. Kebetulan anakku sudah selesai liburan dan harus kembali ke Singapura. Jadi malam ini kami berangkat bersama-sama. Cuma anakku di gerbang D sedangkan saya di E. Agak mengherankan biasanya mereka bersikeras menggunakan Qantas. Biasanya kalau saya mengasongkan email berisikan E-tiket di loket check-in, maka pihak Garuda mempersilahkan saya menuju loket lain untuk dibuatkan tiket yang berlapis-lapis warna warni dan memakan waktu cukup lama. Sehingga maksud utama dari E-tiket, layu sebelum berkembang. Namun kali ini mereka langsung menanyakan passport saya dan pas masuk langsung diberikan tanpa meminta sepeserpun airport tax (Rp 100.000), karuan saja saya bilang "mbak kok saya tidak diminta airport tax?."...