Posts

Showing posts with the label singapura

Artikel #925 Haruskah Aku Bunuh Diri

Haruskah Aku Bunuh Diri?! Seiring hembusan sepoi angin sore,aku duduk termenung sendirian di bawah blok apartemen rumah majikanku, sementara itu bau bunga kamboja yang tumbuh tegar, tidak jauh dari kursi besi yang kududuki menyengat kuat kedalam lubang hidungku, dan seketika itu juga aku hanyut terbawa oleh arus lamunanku yang berkecamuk tidak menentu. Betapa nikmatnya jika setiap hari aku dapat mencium bau harum seperti ini, mungkin.... aku merasa lebih tenang, karena bau wangi ini sepertinya meredekan masalah pribadi yang saat ini benar-benar serius kuhadapi- 'dihianati oleh kekasih yang sangat kucintai yang akibatnya aku tidak punya semangat untuk bekerja di Negeri Singa ini'. "Haruskah aku mengakhiri hidupku alias bunuh diri dengan caraku sendiri, agar setiap hari aku dapat merasakan bau harum sebegini?" pertanyaan ini tak henti-henti kutanyakan kepada diriku sendiri...agar akhirnya aku bisa terbaring selamanya dibawah pohon-pohon kamboja yang tumbu...

Artikel #924 $40 untuk membersihkan AC

Image
Air Condition Samsung di kamar kami di Blok 13, Holland Drive sudah beberapa hari ini meneteskan air bukan dari salurannya melainkan dari kisi-kisi AC. Dalam 3 hari sebuah ember 10 liter bisa penuh. Lalu kami panggil teknisi AC, kira-kira jam 11:00 datanglah seorang teknisi dengan sebuah tangga dan mesin Vacuump. Ada 5 menit saluran pembuangan AC yang mampat disedot. Dan AC berfungsi kembali. Untuk itu kami harus mengeluarkan $40 (200 ribu rupiah Indonesia). Di Indonesia saya hanya membayar 30 ribu rupiah untuk service AC semacam ini. Kalau saja di Jakarta, saya akan mengganti langsung dengan buatan Cina seperti Chang Hong. Sayang ini apartemen sewaan, salah langkah saya malahan di dakwa merusak barang sewaaan. Mimbar Bambang Saputro mimbar dot saputro at gmail dot com 0811806549

Artikel #923 Laksa Katong

Image
Kalau sudah di Singapore, soal makanan saya kurang sreg memberikan penilaian yang positif. Masalahnya memang beda lidah. Namun kedai Laksa KATONG ini memang berbeda. Begitu and memasuki kedai, sapaan lembut kuah berbau semacam "lethok" - ini sayuran ibu-ibu di Jawa Tengah memanfaatkan tempe yang tidak jadi. Semangkuk kua kental yang terbuat dari santan dan bumbunya termasuk curry leaf atau daun ketumbar yang sensasinya mirip " walang sangit " - ditambah bumbu seperti jahe, lalu diinfiltasi dengan fish cake (sejenis otak-otak, tapi bukan). Dicampur bee-hoon, bean sprout (kecambah), kerang atau tiram, sotong - menghasilkan harmoni yang lidzat zidan untuk dinikmati. Belum ketinggalan sambalnya sambal goreng terasi. Cara menjualnya tergantung pesanan dan besarnya mangkok. Berkisar dari $3, $4,$5 Konon penamaan laksa ini karena rasanya campuran bermacam bumbu sehingga rame-rasanya - hanya orang dulu belum kenal akan iklan rokok, sehingga daripada pusing-pusing menyebutka...

Artikel #922 BYOB

Image
Ini lelakon baru di Singapura. Judulnya BYOB alias " Bring Your Own Bag " terutama bagi pengunjung mal. NEA "National Environment Agency" yang bertanggung jawab menangani masalah kesehatan dan lingkungan sejak Februari 2007 lalu mulai menyanangkan program menuju Singapura lebih hijau. Langkah kecil namun penting yang mulai dikampanyekan adalah tidak menyediakan kantong belanja (kresek) secara gratis. Pengunjung mall besar macam Suntec, CarreFour, Ikea, Giant, Fair Price sudah harus siap-siap membawa kantong belanja sendiri atau kudu merogoh kocek untuk kantong kresek yang biasanya prodeo. Sebuah kantong plastik kecil berharga 10 sen (enam ratus rupiah) sementara plastik biru tebal sebesar $ 1,20 (enam ribu rupiah). Bagi mal yang masih memiliki stok kantong, msih dibenarkan memberikan pelayanan gratis kepada pengunjung. Tetapi mal alat rumah tangga macam IKEA sudah mematok harga bungkus. Akibatnya, tak heran banyak pengunjung mal sekarang membawa sendiri tas belanja ...

Artikel #921 Tetap Bersih

Image
Membayangkan situasi sebuah lokasi pembangunan, apalagi saat tahap pemasangan tiang pondasi dimana kegiatan mengebor tanah apalagi dalam suasana musim hujan begini maka tak aneh jika lokasi pembangunan, kendaraan berat akan " belepotan " tanah merah dimana-mana. Uniknya di Singapura, sekalipun lokasi pembangunan kotor dan berantakan, namun di luar gerbang, kebersihan kota tetap terjaga. Semua kendaraan berat yang keluar masuk proyek tetap diharuskan membersihkan ban-ban mereka dari tanah liat sehingga jalanan sekitar selalu bersih. Untuk itu di mulut gerbang disediakan penjaga yang bersenjatakan selang, sapu dan semrotan air sehingga mobil yang keluar proyek tetap dalam keadaan bersih. Bahkan kendaraan berat seperti pengaduk semen mutlak dilengkapi persediaan air dan selang untuk membersihkan ban dan kendaraan mereka. Rasanya tidak perlu saya jelaskan lebih lanjut bagaimana kondisinya jika kita melihat kotornya jalanan di Ibukota ketika proyek-proyek pembangunan berlangsung. ...

Artikel #920 Nasi Padang Tanpa Greget

Image
Seorang family yang sudah sepuluh tahun tinggal di Singapura mengajak saya menikmati masakan Padang yang kesohor di Singapura. " Pemiliknya orang Padang aseli, kelihatannya menikah dengan orang Singapura lalu membuka warung padang dan diberi nama RM Nasi Padang River Valley ." " Siang malam warung ini tak pernah sepi pembeli, pernah sebuah rumah makan "Mayang Sari" membuka kedai yang sama disebelah River Valley. Sekalipun masakannya lebih bersih, warna sayurannya lebih menggiurkan namun, hanya beberapa waktu pelanggan kembali kepada yang aseli yaitu River Valley ," tambahnya meyakinkan. Ketika saya memasuki restoran ini, kata-katanya memang terbukti. Pembeli seperti tak habis-habisnya mendatangi warung ini. Pemiliknya ibu haji yang aseli Sumatera Barat kadang keluar menyapa pelanggan. Sebuah klipping tabloid menempel didinding kedai menyatakan bahwa " resep masakan padang ini telah direkam dalam disket dan disimpan dalam lemari besi sehingga dijamin t...

Artikel #914 Antara Hidup dan Mati

Image
Orang Singapur mulai berhitung soal jatah tanah yang hidup dan yang mati. Selain tanah permukiman yang kian sesak, tanah pemakamanpun mendesak yang hidup. Di salah satu kawasan Chou Chu Kang (CCK), misalnya tiga ratus hektar lebih lahan pemakaman akan penuh terisi pada tahun 2064. Cara tradisional selama ini menyaratkan jarak 45 cm antara satu lubang dengan lainnya dinilai boros tempat. Baru-baru ini Badan Lingkungan Hidup mengumumkan cara penguburan yang lebih irit lahan. Kubur " baru " ini akan berupa kotak tanpa alas terbuat dari beton cor setebal 15 cm. Angka sepintas tak berarti ini ternyata bisa menampung kapling tambahan sebanyak 240 kubur per hektarnya. Untuk mengakses liang lahat, disediakan tangga sebab beberapa aturan agama menyaratkan jenasah atau peti mati harus bersentuhan dengan tanah. Sebagai penutup makam dibuatkan cor-coran beton berbobot empat ton, lalu di atas tutup inilah ditanam rumput atau dipasang nisan, monumen sebagaimana pilihan famili. Dengan sis...