Kembali ke lubang lama
Hari ini suasana kapal lain dari biasanya. Pintu kamar, lemari, laci seperti ada kekuatan gaib yang membuka menutup sendiri, air dalam kloset yang biasanya bisu kecuali dipergunakan, tiba-tiba mengeluarkan suara seperti letupan kecil. Lalu tempat tidur mulai digoyang kesana kemari. Dari luar, suara gemuruh teriakan rantai kapal beradu dengan roda pemutar semakin gaduh dan menggoncangkan kapal. Inilah saat penting ketika ponton mulai dinaikkan dari semula tidur 10 meter dibawah permukaan laut, mereka sekarang boleh menghirup udara bebas. Namun saya kehilangan sensasi bau anyir kerang laut yang menempel di dasar kaki rig. Pasalnya udara musim dingin kota Karratha dan angin laut yang keras membuat sang bau yang dinantikan tidakkunjung datang. Artinya satu ritual terlewati. Tatkala jangkar perlahan seperti malas untuk beringsut dari tidur lamanya kedalaman 300 meter, maka saat itulah kami bersiap-siap untuk pindah ke lokasi lain. Dua buah kapal tunda diperlukan untuk menarik "perahu...