Posts

Showing posts with the label betawi

Gegeran Kantor Post Yogyakarta

14 Juni 1903 Ini hari ada gegeran di diseantero kantor pos Yogyakarta. Tuan Residen Couperus dengan wajah merah padam memanggil Kepala Kantor Pos Yogya menghadap dikantornya. Sementara yang dipanggil hanya bisa tertunduk pucat sambil kakinya bergeletar karena takutnya. Mungkin inilah cikal bakal mengapa pegawai selalu kuatir dan bertanya-tanya jika tiba-tiba dipanggil oleh "sep" kantornya. Apalagi boss pakai bahasa Inggris dengan ditekuk "Come to my office Now!" - seperti ada "api di bola matanya. Herannya bawahan berprestasi malahan jarang dipanggil sebab dianggap itu adalah suatu kelumrahan sebagai pegawai. Sebuah surat aangeteekend yang harus di tekeend (ditandatangani si penerima sebagai bukti terima), yang dikirimkan oleh Pemerintah Belanda di Batavia, ternyata tidak sampai ke sialamat yaitu Tuan Couperus, sang Residen Yogyakarta. Celakanya, ada bukti otentik yang menjelaskan bahwa surat tersebut sudah berpindah tangan alias dipalsukan seseorang yang menga...

Artikel #887 - Soto Betawi Roxy - H. Darwasa

Image
Soto Betawi – Legendaris Di Jakarta, tak terhitung kedai penyaji makanan khas Betawi ini yang terdiri santan gurih ditambahkan potongan daging sandung lamur, paru, babat, usus sapi lalu dihidangkan dalam keadaan kuah kebul-kebul berhias potongan tomat kemerahan, daun bawang dan sledri, masih harus digoda dengan gorengan emping yang renyah-renyah sedikit pahit. Bagi masakan betawi terkenal pemeo “ berani santen ” sekalipun pada kenyataan mereka bisik-bisik bahwa menambahkan sedikit susu akan membuat santan tidak pecah ketika dipanaskan. Belum lagi ada lawan klasik soto yaitu berupa nasi akel bertubuh tinggi langsing, beraroma beras Rajalele bertabur bawang goreng. Kalau sudah begini iman bakalan jeblok? – belum lagi sepiring kecil, acar, sambal cabe rawit hijau dihidangkan secara terpisah ada disisinya. Bagi saya pribadi, lebih afdol kalau dikecroti kecap benteng bergambar burung sedih. Yang bikin keder , rata-rata masakan Soto Betawi rasanya hampir standar. Mirip de...

Apam Bantat Door to Door

Nama Mr. Rebing mustinya tercatat sebagai seorang inovator dalam marketing. Tanpa banyak teori yang melibatkan buku literatur marketing yang tebal ia sudah tancap gas menjemput bola, dengan mendatangi pelanggan alias "door to door" padahal hal tersebut terjadi seabad yang lalu. Mr. Rebing juga paham bahwa di alam serba kompetitip ini ia musti gesit, termasuk dalam urusan jualan " apem bantat ". Semua juga tahu bahwa urusan apem bantat tidak bisa lepas dari yang namanya aktivitas hormon, otak boleh bilang "jangan" tetapi ketika hormon naik ke otak, ada nenek diperkosa, ada balita di sodomi. Tetapi yang membuatnya ia unik adalah sambil menjemput bola, ia menggiring para pemilik apam bantat keluar masuk "roema makan" maksudnya hotel dari satu roema makan ke roema makan lain. Persis orang menggiring bebek. Rupanya hari Kamis 9 Juli 1903, peminat Apem Bantat rada meningkat sehingga tinggal satu apam tersisa. Tidak dijelaskan apakah Rebing menjajakan ...