Posts

Showing posts with the label brimob

883- Polisi Marak Main Tembak?

Suatu pagi di Sukabumi tahun 1957, saya berusia 4 tahun. Ibu nampak sudah berkemas tidak seperti biasanya. Rambut saya yang berjambul hitam lebat (belum botak), disisiri sampai membentuk jambul tinggi. Agar lebih kokoh bergeming diterpa angin, rambut saya diolesi pomid (pomade), parfum para pria dulu yang dikemas dalam kaleng lonjong, bertuliskan Pomade dengan aroma Lavender. Bergegas kami menuju Balai Pertemuan Prajurit di Sukabumi. Hari itu, ayah baru menyelesaikan masa pendidikan lanjutan kepolisiannya di SPN (Sekolah Polisi Negara). Rupanya saat yang dinantikan adalah pembacaan surat keputusan penugasan para siswa baru kepolisian. Para istri polisi pada berkumpul mengikuti jalannya pembacaan dengan wajah tegang. Kalau seorang suami medapat penugasan di Jawa, wajah yang diberi tugas nampak sumringah seperti kucing menelan anak ayam. Mereka bersalaman satu sama lain. Tiba giliran kami ditempatkan di Kertapati Palembang , tiba tiba pecah tangisan. Ibu tersedu-sedu. Apalagi...

747 - Penyesalan seorang Kalashnikov

Image
Tahun 1968-an saya masih duduk di bangku SMP ketika suatu siang bapak yang masih aktip di Brimob, dibantu oom-oom Brimob, sebutan saya untuk menyebut anggota yunior, pada menggotong kotak seukuran peti mati berwarna hijau. Hanya kotak dengan kayu yang nampak uratnya lonjong-lonjong bak kayu jati ini memiliki paku yang berbeda, yaitu paku ini memiliki draad (ulir). Malamnya kotak dibuka, isinya beberapa buah senjata api laras panjang masih baru. Jelas bukan senjata kino ala karabijn (carbine), LE, mauser tapi khas dengan magazin yang melengkung. " Ini jenis AK-47, hanya dipakai oleh militer elit, seperti Brimob atau pasukan komandonya (Pelopor)". Kata bapak. Cuma mengapa bernama AK ia hanya bilang barangkali singkatan pabriknya. Di samping AK sebetulnya ada senjata otomatis lain yaitu RPG yang magazinnya bulat. Oh ya jaman itu pasukan Brigade Mobil memang diandalkan pemerintah sampai-sampai pengawalan jiwa seorang Presiden Soekarno diserahkan kepada pasukan ini. Hanya setelah...