Posts

Showing posts with the label kedai

Calculator Perut

Image
Sekali tempo kami makan soto Mie Bogor di kawasan Fresh Market Cikunir. Sepaketan dengan Tahu Jelethot dan Sup Buah. Rekomendasi rekan-rekan seputaran Cikunir. Soal rasa saya mau copy paste artis kita dalam mendeskripsikan kuliner. "Pokoknya seru pemirsah, pokoknya enak" tak lupa bikin tanda jempol lalu makan lagi dan tayangan selesai. So-dangkal gitu loh. Habis makan terus reken-rekenan yang harus kami bayar.  Ternyata babang soto di dapuk menjadi juru tagih atas nama teman-temannya. Saya pikir dia akan pakai kalkulator, atawa smartphone buang itung itungane. Maklum makanan dari tiga lapak berbeda. "Saya makan Anu - dua"...Kata kami. Sibabang Soto -mukanya menunjukkan sedih mikir. Mengusap perut Six Bag-nya Lalu menyebut angka.. Tiga puluh ribu dua ratus "Minumnya ini," kata kami lagi Lagi-lagi sibabang mengusap si buncit sebelum menyebut angka. Empat puluh ribu kurang seratus Saya jadi penasaran .. Bang gimana sih cara...

Terpaksa Hampir Malam di Bali

Yang membuat hati mongkok (menggelembung) ketika pesawat dari Perth bersiap mendarat ke Bali, adalah wajah para turis Australia semangkin (ng) cerah, Bali..Bali, Indonesia kata mereka. Saya membayangkan mereka pulang membawa kenang-kenangan kaos Bir Bintang. Ketika mereka sibuk menurunkan papan selancar dari tempat pengambilan bagasi, saya ngelonyor ke loket keberangkatan dalam negeri. Maklum masih menggembol tiket cadangan ke Jakarta. Melihat panjangnya daftar penumpang cadangan GA 727, Denpassar - Jakarta. Harapan saya seperti melaporkan kehilangan HP ke kantor polisi. Kemungkinan berhasil keangkut cuma tersisa setipis pisau cukur. Untunglah petugas menerbitkan harapan " bapak sendirian?, tidak bawa bagasi? " Kontan saya jawab "Yes", mau rasanya menyodokkan siku saya kebawah seperti yang diperlihatkan di filem olah raga. Paling korban sebuah pemotong kuku dibuang agar tidak mengalami hambatan di pemeriksaan barang kabin nantinya. Biar lebih "yes" lebih...