747 - Penyesalan seorang Kalashnikov
Tahun 1968-an saya masih duduk di bangku SMP ketika suatu siang bapak yang masih aktip di Brimob, dibantu oom-oom Brimob, sebutan saya untuk menyebut anggota yunior, pada menggotong kotak seukuran peti mati berwarna hijau. Hanya kotak dengan kayu yang nampak uratnya lonjong-lonjong bak kayu jati ini memiliki paku yang berbeda, yaitu paku ini memiliki draad (ulir). Malamnya kotak dibuka, isinya beberapa buah senjata api laras panjang masih baru. Jelas bukan senjata kino ala karabijn (carbine), LE, mauser tapi khas dengan magazin yang melengkung. " Ini jenis AK-47, hanya dipakai oleh militer elit, seperti Brimob atau pasukan komandonya (Pelopor)". Kata bapak. Cuma mengapa bernama AK ia hanya bilang barangkali singkatan pabriknya. Di samping AK sebetulnya ada senjata otomatis lain yaitu RPG yang magazinnya bulat. Oh ya jaman itu pasukan Brigade Mobil memang diandalkan pemerintah sampai-sampai pengawalan jiwa seorang Presiden Soekarno diserahkan kepada pasukan ini. Hanya setelah...