866 - Anjing dan Perempuan Buta
Sebuah siang yang melelahkan, suhu mencapai 40 derajat selsius di Perth ketika saya keluar dari halaman konsulat Indonesia di Perth, tepatnya diluar pagar konsulat lantaran hanya diperbolehkan memencet bel dan bicara didepan aiphone untuk menanyakan kemungkinan memperpanjang passport. Sementara pagar konsulat yang tinggi bercat hitam bagai menolak kedatangan seorang TKI macam saya atau karena waktu di hari Rabu Februari menunjukkan pukul tiga petang waktu setempat. Passport saya sudah kurang dari enam bulan masa lakunya, keadaan banjir di Februari 2007 membuat saya ragu apakah pelayanan publik di Jakarta bisa diharapkan diandalkan. Ternyata di Australiapun urus passport harus sepuluh hari kerja, sementara anak saya di Singapore hanya perlu menginapkan pasport dua malam dan mendapatkannya kembali pada hari ketiga. Disebuah lampu setopan, seorang wanita muda berbaju terusan hitam nampaknya buta dituntun seekor anjing labrador. Ia berdiri mematung beberapa waktu, kepalanya ...