Pentil Becak
Mungkin masih ingat masa kecil bermain balon terbang yang diisi gas karbit. Lalu keesokan harinya balon tersebut "ngepleh" tidak mampu terbang lagi. Padahal tidak bocor. Di rig pengeboran, kami sering mengisikan gas yang keluar dari mulut lubang bor, kedalam balon-balon karet tadi. Lalu gas balon kami masukkan kedalam alat khusus gas. Dari analisa gas hidrokarbon tadi bisa dilihat watak sumur yang bersangkutan. Misalnya sudah mengandung banyak air (tak disukai), gas kering atau kondesat. Teknik menyampling gas ini cukup merepotkan dengan ketepatan rendah, sebab terjadi dekomposisi gas sehingga hasil pembacaan menjadi meragukan. Padahal jarak mulut sumur dengan laboratorium sekitar 20 meter panas (lebih sedikit), dengan jarak berjalan kaki tidak sampai satu menit. Toh gas yang dianalisa seperti mau mengatakan bahwa sumur yang dibor bakalan mandul. Belum lagi kalau balon yang hijau keburu meletus sebelum sampai laboratorium. Pasti hatiku amak(k) kacau. Seorang teknisi dari per...