Nasi Goreng Ketandan Yogyakarta
Bondan Winarno pernah menyebut warung bakmi bersahaja "kareman" alias kesukaan almarhum Umar Khayam ini sebagai bakmi " sepuluh lagi " - pasalnya, sekalipun nama warungnya adalah Ketandan dan ber TKP di jalan Jlagran (300 meter ke utara pertigaan PKU Muhammadiah), namun pembeli yang berjibun membuat pemesan bakmi atau nasi goreng akan di" semayani " (jawab), masih sepuluh piring lagi yang harus dibuat sebelum giliran anda tiba. Dua anglo arang membara melayani masakan porsi per porsi. Letikan bunga api yang meledak sambil berterbangan sekitar arena masak, bau bawang putih yang harum memang ciri khas masakan ini. Bagi "Poh" - sang juru masak, membuat makanan secara "kodian" akan menyebabkan cita rasa masakan menjadi luntur. Akibatnya, seperti halnya pada bakmi Kadin, anda harus mengikuti tradisi, pasrah van Yogya. Secara kebetulan saya men scanning warung ini ketika melihat kumpulan orang terutama warga keturunan berkumpul di sebelah b...