Artikel #903 Boleh Marah Menjelang Imlek
Perasaan hari masih terlalu muda di Singapore untuk sebuah aktivitas kegiatan bernama marah-marah. Sekitar jam 06:00 kami mendengar suara pintu diseberang sana digedor (tapi pak RT tidak nongol). Seorang ibu sudah melewat setengah baya dengan suara keras menagih janji kepada tetangga kami yang sedikitpun tidak berusaha keluar dari kamarnya. Belum cukup dengan cara yang rada "urakan" pelepas uang ini menempelkan kertas berbentuk pita kuning beraksara hurup pisau kepintu tetangga sekitar. Kalau saja ada adegan tersebut dalam filem hantu Hongkong, saya kuatirkan begitu ditempeli kertas bermantra sakti, pintu akan segera melakukan lancang depan lalu berjalan dengan cara melompat-lompat bak mayat hidup yang menor berpupur tebal. Tulisan mandarin kira-kira berbunyi "wahai para tetangga, temanmu ini belum bayar hutang.." - celakanya dalam komunitas mereka masih dikenal pula kalau ada orang berhutang maka tetangga sekitar bakalan dilibas sial. Efek yang diharapkan agar p...