Masukkan PIN Kartu Kredit anda
Bandara Changi Singapore contoh menarik melakukan transaksi, beli sepotong sikat gigi, sebatang coklat, cukup gesek kartu kredit anda, lalu tanda tangan. Transaksi beres. Di Glodok atau pertokoan Jakarta, misalnya anda akan membeli HP, pertama pemilik toko melihat anda dengan menyiagakan seluruh aparat intel dalam tubuhnya. Mencorong melalui pandangan menyelidik. Lalu keluar kata sakti " kena tiga persen charge ," - itupun belum cukup, anda masih ditilpun oleh penyedia kartu kredit anda untuk meyakinkan bahwa anda tidak akan menipu mereka dengan berbelanja satu juta rupiah. Tapi yang dialami Andrew lebih unik. Sebagai warga Australia dia sering ditugaskan ke negara lain termasuk Inggris sampai berminggu lamanya. Selama ini ia tenang-tenang saja bepergian. Urusan pembayaran hotel, makan semua dipercayakan pada uang plastik ajaib bernama kartu kredit. Maka bagai disengat lebah ketika kartu emasnya ditolak di beberapa pertokoan Inggris termasuk pom bensin dan restoran waralaba t...