Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

May 15, 2007

Artikel #923 Laksa Katong

Kalau sudah di Singapore, soal makanan saya kurang sreg memberikan penilaian yang positif. Masalahnya memang beda lidah. Namun kedai Laksa KATONG ini memang berbeda. Begitu and memasuki kedai, sapaan lembut kuah berbau semacam "lethok" - ini sayuran ibu-ibu di Jawa Tengah memanfaatkan tempe yang tidak jadi.

Semangkuk kua kental yang terbuat dari santan dan bumbunya termasuk curry leaf atau daun ketumbar yang sensasinya mirip "walang sangit" - ditambah bumbu seperti jahe, lalu diinfiltasi dengan fish cake (sejenis otak-otak, tapi bukan).

Dicampur bee-hoon, bean sprout (kecambah), kerang atau tiram, sotong - menghasilkan harmoni yang lidzat zidan untuk dinikmati. Belum ketinggalan sambalnya sambal goreng terasi.

Cara menjualnya tergantung pesanan dan besarnya mangkok. Berkisar dari $3, $4,$5

Konon penamaan laksa ini karena rasanya campuran bermacam bumbu sehingga rame-rasanya - hanya orang dulu belum kenal akan iklan rokok, sehingga daripada pusing-pusing menyebutkan rasanya, terciptalah Laksa.

Warung Laksa Katong ini bisa ditemui di Lorong Liput kawasan Kampong Belanda atau Buona Vista.



Mimbar Bambang Saputro
mimbarsaputrogmailcom
0811806549

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com