Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

May 10, 2007

Artikel #917 Pemilu di TimTim dan Bahasa Indonesia

Mengesankan dan membuat merinding ketika anak muda Timor Timur membacakan hasil pemilihan umum dalam bahasa Indonesia. Saya sampai melompat dari tempat duduk saya tidak percaya pada pendengaran saya. Lalu di televisi nampak bahwa sebuah koran Suara TimorLorosae dalam edisi bahasa Indonesia mengatakan "Jika tak ada mujizat dalam proses perhitungan suara hasil pemilu presiden jilid ke-2 di Timor Leste, Rabu (9/5) kemarin, calon presiden (capres) Dr. Jose Ramos Horta bakal mulus ke Istana Debu, Kaikoli, Dili, untuk menduduki kursi presiden RDTL yang sebentar lagi ditinggalkan Xanana Gusmao. “Trima Kasih Xanana, Selamat Datang Presiden Baru Horta”.Terima Kasih Xanana, Selamat datang Ramos Horta."

Menurut Jakarta Post, mereka memeriahkan kemenangan dengan menyanyikan lagu "Terajana" nya bang Haji Rhoma Irama. Lucia Lopes, 19, hapal hampir semua lagu dangdut, dan Peter Pan." Sementara rekannya, Sanches, menyukai group band Dewa, Slank, dan Ratu. Bahkan Taxi, Restoran di Dili memutarkan lagu-lagu Indonesia.

Antena Parabola bertebaran di Dili untuk menangkap siaran Indonesia dan Australia. "Pasalnya siaran Australia dalam bahasa Inggris dan saya tidak mengerti bahasa Inggris. Enakan nonton Sinetron Indonesia." ujar seorang pemuda Timor Leste.

Sebetulnya pemerintahan Timor Lorosae sudah berusaha menghilangkan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Mereka membawakan acara dalam bahasa Tetun dan Portugis, namun mereka hanya mendengarkan berita di pagi hari. Selebihnya mengarahkan kanalnya ke TV Indonesia seperti RCTI, MetroTV dsb. Bahkan dalam acara Surat Sahabat pernah dikatakan bahwa anak-anak Timor Leste sudah tidak bisa berbahasa Indonesia sebab dicekoki bahasa Portugis sejak kecil.

Nampaknya pengaruh bahasa Indonesia masih akan lama bercokol di Timor Leste.

Ternyata kali ini Sinetron dan KDI masih mampu menjajah negara lain. Suit Ziew...

1 comment:

Gus Wai said...

Jumat, 11-05-2007 19:18:35 oleh: GUS WAI

Mas Mimbar,baru kali ini ada efek positip dari Sinetron ya. Tetapi itu positip versi Indonesia ya. Kalau bagi Timor Leste masih tetap negatif ya. Good topics

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com