Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

July 27, 2006

775- Anjing Pemburu-pemburu Australia


Tom Wilson adalah pemilik anjing pemburu, terutama pemburu babi hutan. Ini bukan kerja main-main sebab taring babi hutan mampu menembus jantung anjng pemburu, bahkan babi hutan terkadang mengajak anjing berkelahi didalam air sehingga anjing pemburupun dilatih berenang.

Namun kali ini Tom harus mengubur niatnya berburu di musim panas, lantaran tiga ekor anjingnya harus dimusnahkan sebab membunuh seorang bocah berusia empat tahun di New South Wales Australia. Duduk perkaranya - balita ini entah bagaimana bisa naik ke pagar kawat tinggi lalu memasuki kandang anjing pemburu yang dipelihara Tom, tetangganya. Melihat mahluk merangkak mendekatinya, anjing-anjing ini lepas kendali terbukti rantai pengikat mereka terputus lalu menyerang balita hinga luka parah dan meninggal dalam perawatan di rumah sakit Warren.


Dokter mengatakan akibat serangan jantung.

"Anjing ini dibesarkan untuk berburu babi hutan, sehingga naluri membunuhnya sangat tinggi. Jangan pernah mempercayai anjing semacam ini.." ujar Tom Wilson. Yang membuat Tom merenung, anjing peliharaannya ini seumur-umur tidak pernah menunjukkan tendensi menyerang manusia.

Ketika mula-mula celeng ini dibawa ke Australia dia dianggap sebagai bahan protein. Namun mereka ternyata mampu berkembang biak tak terkendali, apalagi di Australia kawasan selatan banyak terdapat perkebunan, air yang melimpah, rawa-rawa dan semak belukar sehingga merupakan habitat yang pas bagi kehidupan mereka. Tak heran dalam setahun mahluk bertaring setajam pisau belati ini mampu meningkat lima kali lipat. Padahal kerusakan yang diakibatkannya mencapai $100 juta pertahun dibidang agribisnis.

Dari sononya celeng adalah pemakan daun dan sayuran, namun kelompok ini ternyata oportunis juga. Bila ditemukan tebu, pisang, buah-buah tropik, sayuran, padi, gandum merekapun tak segan menggasaknya sampai habis.

Belum lagi kerusakan lain seperti tanggul-tanggul dan pinggiran dam yang diaduk-aduk oleh taringnya. Tanah yang sudah dibongkar oleh "HOG"panggilan lain dari celeng, biasanya sudah tandus sebab lapisan suburnya sudah dikupas habis.

Tindakan lain adalah dengan perangkap, racun dan pemburuan. Namun masing-masing cara memiliki kekurangan dan kelebihan. Perangkap dan racun, berhasil dibeberapa tempat, namun binatang lain sering menjadi korban.

Perburuan dengan menembak sekalipun terkadang ditembaki dari helikopter selain biaya operasi yang kelewat mahal, juga keadaanlapangan yang tidak memungkinkan. Pemburu berpengalaman bisa bertutur bahwa menembak buruan di ladang tebu atau pisang adalah pekerjaan yang hampir mustahil.

Apalagi binatang ini termasuk NonTektural, artinya hanya mencari makan di malam hari.
Musim panas begini, kawasan New South Wales sampai Queensland diadakan pertandingan berburu celeng. Sekalipun kegiatan ini tidak menekan populasi celeng yang sering disebut Hog, Razorback, Swine, Tusker,Pork atau Kapten Cooker.

Maka satu-satunya alat pengendus yang masih bisa dipercayai saat ini adalah melatih anjing yang kuat dan terlatih menginderai musuh yang tersembunyi. Nampaknya padang perburuan masih terbuka lebar.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com