Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

July 08, 2006

757-Tally-Ho - Mampu bepergian 1550 km tanpa tersesat


Kehebatan Tally nama seekor anjing berbulu kemerahan yang mampu berjalan sejauh 1500km lebih tanpa tersesat membuat cerita fiksi seperti Lassie (1938), Rin-Tin-Tin (1945), Strongheart seperti tidak berarti sama sekali. Apalagi "red dog" demikian ia dipanggil memang pernah hidup di kawasan Pilbara, Australia Barat dari 1971 sampai 1980. Kepergiannya diperingati dengan mendirikan patungnya di kawasan Dampier.

Persilangan Kalpie dengan Cattle Dog.
"Red Dog" terlahir dengan nama Tally-Ho disebuah kota Paraburdoo pada tahun 1971. Hasil persilangan ini nampak dari moncongnya yang runcing dan telinganya yang runcing dan tegak. Jantan ini sebetulnya masih kerabat anjing Dingo yang banyak ditemui di kawasan semak Australia. Kemampuan berlarinya nampak ketika ia gemar berlatih dari lapangan terbang Paraburdoo ke rumahnya yang berjarak 9km tanpa nampak kelelahan yang berarti. Daya tahan tubuhnya memang perlu ditunjang pasokan energi yang besar. Tak heran anjing ini nafsu makannya sangat besar sehingga satu kaleng makanan anjing bisa dihabiskan dalam waktu 9detik.



Ketika Tally berusia delapan belas tahun, ia diajak pindah oleh sang pemilik dari Paraburdoo ke kota Dampier. Perjalanan melalui jalanan berdebu sejauh 340 kilometer diguncang jalanan berlubang selama perjalanan. Tak heran tatkala sampai di Dampier, Tally tidak bisa dikenali lantaran seluruh tubuhnya seperti tertutup debu.

Di kota pelabuhan Dampier ini Tally sering diajak berolah raga. Ini memang kebiasaan warga Australia membawa anjing kesayangan mereka ke taman-taman atau pantai, lalu membiarkan peliharaannya berlari kian kemari sementara sang pemilik mengawasi dari kejauhan.

Namun sambil berolah raga Tally mempelajari situasi yang memungkinkan baginya memperoleh makanan tambahan dari para pengunjung pantai yang datang sambil membakar daging "barbeque". Apalagi makanan kegemaran Tally adalah Sosis dan Steak, dan sejak itu ia kerap mendatangi pantai dengan harapan mendapat energi tambahan.

Merasa bahwa makanan yang dijatah sang pemilik tidak cukup mengenyangkannya, Tally kabur dari rumah dan memutuskan hiup berpindah dari satu tempat ke tempat lain.



Mimbar Bambang Saputro

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com