Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

July 26, 2006

774-Tongseng Serambi (masjid) Sunda Kelapa



Setidaknya ada dua yang berubah dari gerobak tongseng kegemaran saya. Semula mereka mangkal di selatan gerbang Timur, namun akhir Juni 2006 (bertepatan dengan Stadion Persija dihancurkan Pemda DKI pada Rabu 26-7-2006 tepat jam 07:00 pagi), saya melihat mereka sudah pindah berhadapan dengan Gerbang Timur Mesjid Sunda Kelapa-Menteng- Jakarta Pusat. Kedua, kursi plastik biru yang berfungsi sebagai kursi dan meja, sudah tidak nampak digantikan sederet bangku dan meja kayu. Mungkin masih demam sepak bola tatkala nama Tongseng Agus dihapus "A" nya sehingga terbaca tongseng Gus, sebuah nama yang dekat dengan orang Jawa Timuran dan biasanya santri moderat.
Jarum jam masih menunjukkan pukul 11 siang ketika saya duduk memesan sate kambing, tongseng dan tak ketinggalan segelas "jembung" kelapa muda dingin. Empat lelaki nampak sibuk mempersiapkan tongseng. Dua penggorengan duduk diatas bara arang kayu batok kelapa. Sehingga merupakan keasikan sendiri tatkala pedagang memilih dan menggegam bambu tipis dengan daging segar kemerahan disertai warna putih gajih hewan untuk menambah aroma masakan.

Mula-mula daging dengan tusukannya digoreng dengan "plototan" mentega setelah agak matang ditandai dengan perubahan warna daging agak kecoklatan sembari mengeluarkan aroma harum, daging tadi mulai dilepaskan dari tusukannya, lalu ditambahkan irisan kubis, tomat sampai menjelma sebuah masakan tongseng daging muda kambing sudah begitu lunak dan mudah meleleh dimulut. Rasanya agak manis karena penggunaan kecap, dan sedikit pedas karena bumbu berupa ketumbar dan kapulaga. Bagi peminat masakan pedas cabai (cengek) iris, mereka sudah menyediakan dalam mangkuk sehingga tinggal disenduk sesuai selera.

Sehari mereka mengaku bisa menghabiskan 1000-1200 tusuk sate, belum termasuk nasi goreng yang memang rasanya juga tidak kalah lidzat zidaan. Seperti juga kenaikan bbm nan spektakuler, sate kambing 10 tusuk di hargai dengan ejaan yang disesuaikan 12 rupiah sementara semangkuk tongseng dengan nasi putih pulen bertabur bawang goreng diatasnya, dihargai 8 ribu rupiah.

Dan kalau anda haus, dalam komplek serambi Sunda Kelapa tersedia selain kelapa muda, es campur, soft drink untuk dinikmati dibawah kerindangan pohon kawasan elit Menteng, dengan penganan harga grosir.

Ini baru tongseng Kriuk..Kriuk. Tinggal malamnya bisa nggak pakai "jurus cakar eulangh"

26-7-2006
Mimbar Bambang Saputro

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com