Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

July 18, 2006

764- Im dan Yang

Ada beberapa reqwes mengenai asesmen bocah yang pernah saya tulis.
Saya singkatkan saja hasil assesmen terhadap anak yang sebut saja
Satrio. Kecerdasan yang dideskripsikan disini adalah kecerdasan Jamak
maksudnya memang satu dan lain kecerdasan umumnya saling memperkuat.

Kesimpulan Umum:

Satrio memiliki semua senjata dalam menghadapi hidup. Sehingga secara
umum orang tua tidak perlu kuatir akan masa depannya. Bila dibimbing
dengan baik, maka S3 tidak menjadi halangan baginya. Senjata paling
tajam yang dimilikinya adalah Intrapersonal. Sedangkan senjata paling
tumpul adalah Exsistensial.....

INTRAPERSONAL.

Intrapersonal sebagai andalan utamanya diwujutkan dari cara ia
memahami, menguasai atas perasaan, nilai dan gagasan pribadinya. Bukan
orang yang mudah terpengaruh keadaan. Ia selalu mengambil jarak,
menahan reaksi sebelum mengambil keputusan. Kadang ia mengandalkan
intuisi untuk melakukan cek, recek, tripelcek, atas sesuatu yang baru
dan sangat selektip apakah yang dipelajarinya akan berhubungan dengan
masa depannya. Ketika berhunungan dengan orang lain, ia mampu memantau
dirinya seakan menjadi penonton atas suatu peran filem. Lalu ia
melakukan evaluasi akot lain sebagai pasangannya, sambil menakar,
sejauh mana aktor pasangannya berguna bagi dirinya. Anak dengan
Intrapersonal yang tinggi terkesan dingin, kurang aktif dan kurang
berinisiatif. Kurang nyaman tampil didepan publik sehingga terkesan
pemalu. Dalam banyak riset, wirausahawan besar biasanya memiliki
senjata ini. Idealnya, Intrapersonal harus diperkuat oleh Eksistensial
(tidak canggung dimuka umum, mudah bergaul), kalau Satrio ingin
diperhitungan sebagai orang terkenal di muka bumi ini.

EKSISTENSIAL

Titik lemah Satrio. Akibatnya Satrio kurang perduli pada pemikiran
filosofis, kurang peka terhadap kemiskinan, penderitaan manusia, usia
kehidupan manusia, arti kematian, garis nasib. Orang Jawa bilang
"waton urip" - dengan menyadari kelemahan ini, ia bisa menjadi
Wirausahawan ulung yang tidak mudah patah arang dan tahan banting
ketika mengenal arti kehidupan.

Diluar Im dan Yang diatas, secara umum Satrio menguasai ketrampilan
hidup. Paling tidak ia tidak mengalami kesulitan dengan masalah
akademis. Hal ini ditunjukkan dengan kecerdasan logika matematika,
musikalitas, interpersonal, kinestetik, bahasa, spasial dan
naturalistik.

Kecerdasan Logika Matematis: mudah menangkap dan mengoperasikan yang
terkait dengan komputasi dan sains. Daya penalarannya cermat, akurat
dan konklusif. Gemar bereksperimen, mempertanyakan kemapanan,
menyelesaikan teka-teki dan misteri dan mudah menyelesaikan masalah.

Kecerdasan Musikal, Kinestetik dan Persepsi Spasial (ruang) membuat
perasaannya mudah tersebntuh oleh ritme dan melodi musikal. Saat
menikmati sesuatu yang bersuasana positif, ia suka bernyanyi kecil,
berdendang, menggerakkan tangan sebagai respon terhadap rangsang
musikal tertentu meskipun semua ini tidak dilakukan secara terbuka
didepan umum. Apa yang ia rasakan tidak dapat ia sembunyikan karena
akan segera nampak pada gerakan tubuhnya, apakah dengan gerakan
menari, meloncat, mencengkeram, menyentuh atau bahasa tubuh tertentu
meski ia berusaha menutupinya. Bahkan ia dengan mudah menirukan
mimik, perilaku seseorang yang menarik perhatiannya.

Gambar dan rangsang Visual (Spasial) menjadi pusat perhatiannya. Ia
suka membayangkan apa yang ia lihat dengan membawa kedalam alam imej
atau gambaran tertentu dalam benaknya. Menggambarkan, melukiskan atau
mendesign sesuatu gagasan kedalam bentuk menjadi salah satu
keasikannya.

Pembawaan dingin, banyak menimbang membuat kekuatiran dari orang lain
bahwa anak ini seperti tidak perduli sekitar. Psikolog mengatakan
kekuatiran itu tidak beralasan menimbang fakta kecerdasan
Interpersonal dan Bahasanya yang memadai. Dengan kemampuan bahasanya
ia akan mampu menerjemahkan gagasannya kepada orang lain dalam bentuk
media verbal.....

Monday, July 17, 2006
http://mimbar2006.blogspot.com

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com