884 - Wikimu.com Jurnalis dari dan untuk kita semua




Hari Rabu 14/3/07 saya menerima undangan “Gathering Informal Anggota Wikimu,” di gedung Rifa, Casablanca. Sekalipun langit sudah mulai digayuti awan menghitam tebal luar biasa. Semurung Indonesia mengikuti berita mengapa polisi gampang dar der dor semudah cari pulsa isi ulang handphone. Apalagi hujan sudah rintik-rintik, tetap saja jalanan tanah merah sepanjang jalan di rumah saya di Bekasi, sepanjang 150meter menjadi landas pacu sambil meliuk-liuk licin. Betul saja sampai di TKP, hujan mulai mengguyuri kawasan Jakarta.

Lantas apa sih Wikimu.com ini? Apakah nama yang mengekor sukses detik.com? atau malahan menambah panjang senjakala kehidupan portal serupa di Indonesia seperti almarhum Astaga.com?.

Kalau anda baca detik.com, anda dapat berita. Selesai! – siapa penulisnya tidak perlu dipusingkan cukup hanya initial nama. Justru di Wikimu, anda bisa dapat berita, andapun menjadi penulis berita. Bahkan secara bergurau, para narcisist akan menyukainya sebab foto anda bisa dipajang di Internet. Bahkan kalau berhasil masuk lima penulis favorit, foto anda diabadikan dalam sebuah mug porselin yang cantik.

Lalu hendak kemana arah Wikimu sebagai model jurnalistik dengan wartawan-wartawatinya adalah para pembaca sendiri? ini akan dibawa.

Gani, sang CEO mengatakan, hanya mengalir mengikuti arus. Justru itulah slogannya enak diucap “bisa..bisanya kita” apalagi logo terkesan huruf ciri sebuah pabrik kaos humor terkenal dari Yogya.

Kiprah wikimu sudah mulai nampak, seperti pada (Rabu 14/3) Trans TV menayangkan website wikimu. Trans TV memberitakan mengenai rencana penjualan Bioskop Megaria, rupanya referensinya dari wikimu. Ditayangkan website wikimu yang memuat berita "Bioskop Megaria Dijual", kemudian beralih ke komentar beberapa pihak, termasuk dari Dinas Permuseuman DKI Jakarta.

Lalu kenapa saya melihat wajah para senior dari Suara Pembaruan, Tempo yang notabene mereka sudah nyaman duduk didesk-masing-masing. Masih mau cawe-cawe, gulung lengan baju memeriahkan wikimu.com? Beberapa malahan sedang menulis buku.

Rupa-rupanya inilah akibat dari keterbatasan media. Koran atau majalah memiliki ruang terbatas. Sebut saja seorang redaksi senior Suara Pembaruan edisi minggu. Sebagai insan pers, mereka tahu banyak, mereka terlatih merekam peristiwa dan menuliskannya. Mereka memiliki banyak akses, warta yang ingin di bagikan kepada pembaca namun mustahil dijejalkan semua masuk kedalam korannya. Apalagi editor hanya menegaskan sekian ribu karakter, tidak lebih. Titik habis. Akhirnya mereka mendapatkan tempat di Wikimu.com untuk menguras habis informasi yang sudah pernah terekam.

Atau, seorang Ketua Umum agama Budha yang sehari-hari disibukkan oleh pekerjaannya melayani umat. Sekarang mengaku kekurangan jam tidur akibat keranjingan membaca Wikimu dan membalas pertanyaan anggota yang kadang minta di “pakua” alias di ramal keberuntungannya.

Yang menarik, berita paling favorit yang bertahan di wikimu.com justru seputar Hong Sui dan ramalan Shio. Rupanya kemurahan Suhu Tan, sang penjaga gerbang dalam meramal membuat penanya membanjirinya dengan pertanyaan-pertanyaan pribadi.

padahal sebelumnya saya tidak pernah terlibat urusan dunia tulis menulis..” terkekeh Suhu Tan.

Anda ingin mencoba kepiawaian tulis menulis. Atau ingin diramal ? www.Wikimu.com
Perlu di klik dan semua tergantung bisa-bisanya anda.

Mimbar Bambang Saputro
Post a Comment

Popular posts from this blog

Nyaris bentrok antar angkatan

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten

Meditasi Lilin bikin PeDe