Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 09, 2007

876 - Menghitung Kursi

Pernah memperhatikan peragaan cara penyelamatan di pesawat? Atau malahan anda sibuk baca koran saat peragaan, lalu mbatin bosan, pasang pelampung, jangan dikembangkan saat berada didalam pesawat, kalau tekanan dalam pelampung berkurang, lalu tiup.

Namun ada yang sedikit berbeda saat anda naik Qantas (mudah2an) ditiru maatschapij lainnya. Penumpang sekalian, mungkin anda sudah berkali-kali melihat peragaan keselamatan, tetapi kami ingatkan setiap pesawat berbeda sehingga kami minta nada memperhatikan cara-cara penyelamatan.

Atau masih ingat ketua Muhammadiah Din Syamsuddin ketika terjadi kecelakaan Pesawat Garuda GA200 pesawat 737-400 pada Rabu 7/03/07 di Bandara Adisucipto. Menurut penuturan beliau, saat pesawat terbanting sampai njumbul beberapa kali sehingga terjadi guncangan hebat. Ia lalu kehilangan kesadaran beberapa detik, saat ingat keadaan gulita.

Kemana segala demonstrasi penyelamatan yang mengatakan ada lampu kecil di lantai pesawat yang akan menuntun anda kalau keadaan gulita.

Untung beliau tergolong mahluk langka, memiliki intuisi yang mengawalnya keluar pintu darurat. Saya sering bertegur sapa dengan pak Din kalau dipesawat pas beliau sendirian. Cuma nampaknya dalam perjalanan beliau sangat irit bicara sehingga belum satupun ucapannya berhasil saya tarik benang merah menjadi tulisan.

Untuk itu, bagi anda juga saya mengingatkan saya sendiri, kecuali memang anda duduk dideretan pintu darurat, maka bahwa saat berada dipesawat, coba hitung pintu darurat ada berapa kursi didepan anda, ada berapa kursi dibelakang anda. Tulisan merah petunjuk membuka pintu darurat, sama sekali tidak akan terbaca pada kejadian sebenarnya apalagi tanpa penerangan.


Mimbar Bambang Saputro

1 comment:

Retty N, Hakim said...

Pak, boleh ngintip kan?
Ternyata punya bakat menggambar juga ya...Wah, seru juga rasanya menjadi orang yang banyak bisanya ya?
Jangan ngomong lansia pak, kata orang "life begins at 40"....jadi masuk masa remaja lagi, asal kali ini jadi remaja yang lebih bijak...
Permisi...(masuk nggak diundang, keluar perlu permisi dong!)RT

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com