876 - Menghitung Kursi

Pernah memperhatikan peragaan cara penyelamatan di pesawat? Atau malahan anda sibuk baca koran saat peragaan, lalu mbatin bosan, pasang pelampung, jangan dikembangkan saat berada didalam pesawat, kalau tekanan dalam pelampung berkurang, lalu tiup.

Namun ada yang sedikit berbeda saat anda naik Qantas (mudah2an) ditiru maatschapij lainnya. Penumpang sekalian, mungkin anda sudah berkali-kali melihat peragaan keselamatan, tetapi kami ingatkan setiap pesawat berbeda sehingga kami minta nada memperhatikan cara-cara penyelamatan.

Atau masih ingat ketua Muhammadiah Din Syamsuddin ketika terjadi kecelakaan Pesawat Garuda GA200 pesawat 737-400 pada Rabu 7/03/07 di Bandara Adisucipto. Menurut penuturan beliau, saat pesawat terbanting sampai njumbul beberapa kali sehingga terjadi guncangan hebat. Ia lalu kehilangan kesadaran beberapa detik, saat ingat keadaan gulita.

Kemana segala demonstrasi penyelamatan yang mengatakan ada lampu kecil di lantai pesawat yang akan menuntun anda kalau keadaan gulita.

Untung beliau tergolong mahluk langka, memiliki intuisi yang mengawalnya keluar pintu darurat. Saya sering bertegur sapa dengan pak Din kalau dipesawat pas beliau sendirian. Cuma nampaknya dalam perjalanan beliau sangat irit bicara sehingga belum satupun ucapannya berhasil saya tarik benang merah menjadi tulisan.

Untuk itu, bagi anda juga saya mengingatkan saya sendiri, kecuali memang anda duduk dideretan pintu darurat, maka bahwa saat berada dipesawat, coba hitung pintu darurat ada berapa kursi didepan anda, ada berapa kursi dibelakang anda. Tulisan merah petunjuk membuka pintu darurat, sama sekali tidak akan terbaca pada kejadian sebenarnya apalagi tanpa penerangan.


Mimbar Bambang Saputro
1 comment

Popular posts from this blog

Nyaris bentrok antar angkatan

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten

Meditasi Lilin bikin PeDe