Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 13, 2007

880- Salabim Mengurus SIM

Mau tahu bagaimana memanfaatkan joki untuk ujian praktek mengambil SIM. Dengarkan penuturan seorang dokter wanita, 44, mantan warga ndalem Kauman Surakarta yang kini praktek pada sebuah puskesmas di Jakarta Timur.

Ia memang nekad mengambil SIM tanpa uang semir. Mungkin ingin membuktikan ucapan manis empuk menjanjikan dari para Kombes dan Jendral di Media Masa bahwa kalau mau ambil rebewes, cukup datang dan ikuti prosedur. Segampang beli obat generik.

Pertama ia mengikuti ujian tertulis. Hasilnya dokter berkulit putih ini dinyatakan gagal.

Sebagai hajah yang kerap kali ke tanah suci mengantar jemaah haji Indonesia ini wajar kaget, kalau sang teman yang duduk didekatnya saat ujian mengaku sudah bayar empat ratus ribu rupiah untuk mengurus SIM.

Lalu ia ikut test tulis sekali lagi. Saat mendaftar ulang, ia dibisiki, cukup 200 ribu, agar desiran uang memperlancar urusannya. Ibu dari lima anak, alumni Universitas Negeri Yogyakarta ini bergeming, ‘saya mau ikut tanpa bayar seperti kata TiPi.’

Baru setelah ujian teori yang kedua . Perempuan yang juga Istri dokter Garuda Indonesia ini dinyatakan lulus.

Dalam ujian praktek mengemudi. Ia gagal, seperti diakuinya sendiri. Pasalnya saat harus berslalom melewati bendera dan jalan tipis, mobilnya menyenggol tiang pembatas. Berada di belakang kemudi bertahun-tahun, tidak menjamin ia piawai saat diuji.

Yang mengherankan ia melihat sekiat lima peserta hanya duduk dibangku belakang mobil, semantara seseorang yang memang ciamik mengemudikan Kijang. Ternyata baik pengemudi maupun penumpang dinyatakan lulus semuanya.

Lho kok bisa?

Hajah dokter yang wajahnya sempat diabadikan dalam kalender promosi kabe, mulai menyelidiki (maklum ia juga aktivis di kampusnya). Ternyata para penumpang Kijang sudah bayar overshoot melebihi batas landasan.

Di negeri ini, kelompok cerdik berduit diberi kebijakan khusus mengikuti ujian praktek (tanpa memegang kemudi), dan kelulusan dijamin 100%.

Dengan ujian tebang pilih demikian tak heran angka kecelakaan lalu lintas darat bergulir menaik dari waktu ke waktu…

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com