Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

May 29, 2006

Yogya atau Jogja atau Jogya ?

Akibat Lindu rusak Yogya sekalimatnya....

Kutipan Sambutan Kepala Stasiun TVRI Jogjakarta.

"Sebagai sebuah Stasiun Televisi kedua setelah TVRI Nasional di Jakarta, TVRI Jogja (jj) selalu melakukan inovasi dan mengasah kreatifitas agar brand image sebagai penyiaran publik tetap bisa diterima di masyarakat. Sebagai penyiaran publik sesuai amanah Undang-undang penyiaran nomor 32 tahun 2002, TVRI D.I. Yogyakarta (yy) berusaha mendekatkan .... dst"

Tulisan yang bikin kelilip mata saat ketidak konsistenan dari kata TVRI Jogjakarta (JJ) namun diakhir kalimat menjadi DI Yogyakarta (YY).

Saya sudah ngampet (menahan) lama begete untuk tidak membahas masalah ini, seperti "kulina" telinga kalau mendengar piyayi Jateng menyebut KiloGram menjadi Kilo-heraam dan kongres menjadi kongGGGGrezzz.

Mungkin yang baku ditelinga muantabs Man!

Namun ketika di Jakarta pasca Lindu terjadi pencemaran nama baik dan benar atas kota Yogya, jadi kepikiran juga. Tak kurang pengelola jalan tol menulis "PT Jasa Marga turut berduka cita atas gempabumi Jogyakarta (Jy)"

Ala Mak! Ini baru cara mengacak hurup secara acak-acakan.

Atau simak foto berita disalah satu koran. Para mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia atau yang disingkat KAMMI bersama dengan Badan Eksekutip Mahasiswa yang disingkat BEM melakukan penggalangan dana. Lalu sebuah spanduk terbuka AKSI SOSIAL PENGGALANGAN DANA PEDULI JOGYA (Jy) dan JATENG - dengan hurup kata Jogja yang mengiris hati. Dan seperti meledek di samping spanduk, terpampang kotak amal sholeh dengan tulisan "Galang Dana Peduli Jogjakarta (jj) dan Jateng" -

Ini sudah masuk bencana menulis kategori Ampun ya Ampuun.

Kalau dosen meneliti tulisan skripsi mereka kedapatan kata yang tidak konsisten, jangan-jangan malahan nyalahkan bapak dosennya "Killer Punyak! euy"

Lalu saat berjalan di jalan Malioboro, anda pasti mendapati Pusat Pertolongan Dagadu "Djokdja" dan ini (dj), kapokmu kapan....

Hal serupa terjadi pada kota di Riau.

Ibukota propinsi Riau. Ada yang menulis PAKANBARU (a) namun ada yang menyebut PekanBaru (e), dan nama ini dipakai secara bergantian dengan luwes dibeberapa penulisan.

Betapa kita tidak perdulinya kepada sebuah nama kota, bisa dibayangkan kalau suatu saat kita menyebut ibu kota Indonesia adalah Yakarta, atau kota di Amerika sebagai Niu York. Dan kota di Australia adalah Sidniy.

Atau kalau mau meluas dikit seperti sering saya ulas tanda lalu lintas, "belok kiri jalan terus..." Padahal maksudnya belok kiri langsung (belok), dan diterjemahkan ke bahasa Inggris "Turn Left Go Ahead" padahal kata yang baku adalah "Turn Left at anytime"

Tidak heran ibu Endang kasih komen, lha kalau mau belok kiri disuruh terus, kapan nyampenya.

Hal yang kecil, paling sebesar pasir, tapi dalam kaos kaki. Pedih juga kalau diampet...

--
Bekasi
5/29/2006. Gempa 27/5/06
Mimbar Bb. SAPUTRO
Text Msg: +62811806549

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com