Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

May 20, 2006

Ketika Kaktus tidak lagi semata wayang



Paling tidak tanaman hias kaktus yang dikenal dalam dunia komersial sudah mencapai 289 jenis. Deretan ini pasti akan panjang memanjang sampai entah keberapa.

Tanaman yang terbiasa ditempa terik matahari dan angin gurun yang berdebu, tanah yang amat miskin hara sehingga tiada tanaman lain bisa hidup disitu sehingga mahluk hidup kesepian ini kini sudah memilih hidup damai nyaman terlindung terik matahari dan dielus angin beraroma dengan Coco Channel, Aramis, Tabac yang dipakai oleh pengunjung mall di kota besar.

Tahun 1898, Karl Scuman menggolongkan kaktus menjadi 3 famili yaitu Pereskiae, Opuntieae dan Cereeae. Namun biarlah itu urusan para ahli botani. Kita hanya menikmati keanegaragaman hayati kaktus. Termasuk diantaranya jenis kaktus "Orang Tua", lantaran duri-durinya yang diselimuti benang putih lembut seperti uban.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com