Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

May 26, 2006

Membekali roh dengan kina

Kina jaman dulu (kerang)

"Salah satu upacara kematian dalam suku kami, kepada mendiang dibekali Kina sebelum dikubur" demikian Exxon - seorang pemuda asal New Britain PNG menerangkan kepada saya.

Anak ini harusnya bertato di dahinya mirip tokoh Frankestein.

Tiba-tiba ...Tuwiiiing, pikiran saya ke "coin" PNG yaitu Kina yang memang ada yang bolong melompong ditengahnya.

Lalu dengan bego dan sukses, saya bertanya apakah kina tadi ditaruh dikedua mata jenasah seperti adat kematian Yunani purba agar bisa membayar penambang Sampan yang menyeberangkannya dari fana ke alam akhirat. Rupanya sejak dulu di Yunani diajarkan bahwa menerima jasa seseorang harus ada imbalannya, sementara Kleting Kuning di tipi kita sontak darah tinggi ketika dimintai balas jasa penyeberangan.

Menurut kepercayaan setempat dengan membekali Kina, maka arwah bisa mampir dan berbelanja dalam perjalanan menuju alam lain.
****
Sebelum uang resmi yang disebut Kina PNG sekarang ini (1 kina=3000 idr) , ada kina yang kino (kuno) sebagai alat pembayaran yang syah. Bentuknya adalah kerang emas, yang hanya terdapat dilautan dalam. Bila kerang emas ini dikeringkan, maka menyerupai bulan-sabit. Lalu Exxon menunjukkan kina yang dimaksud adalah kerang (kina=kerang) sejenis kerang emas berbobot sekitar 300 gram dengan panjang 250 mm, jelas bukan kerang biasa.

Kina inilah yang dijadikan alat pembayaran. Kadang dipakai sebagai perhiasan pertanda status simbul sebuah keluarga. Untuk memakainya benda ini digantungkan dengan cara melubangi ujung-ujungnya lalu dikenakan seperti kalung, atau penghias pinggang. Sampai sekarang alat ini masih dipergunakan dipedalaman seperti pulau New Britain untuk alat transaksi. Sejak jaman berganti kerang emas bulan sabit mulai menghilang dan diganti dengan emas betulan. Sementara yang keluarga tidak mampu cukup puas dengan kuningan yang disepuh.

"Rumah saya pernah dibongkar, gara-gara maling mau mengambil kina (kerang) untuk ditukar dengan Kina(kertas)" - dari cara bercerita memiliki kerang, ternyata nama Exxon bukan cuma gede di Cepu, tapi ada juga di New Britain - PNG, ia ternyata anak kepala suku terkemuka juga. Sebagai catatan geologist ini lulusan UPNG - singkatan dari University of Papua NiuGini. Untung UPNY(ogyakarta) almamater saya belum buka cabang di Garut.

Jadi tidak heran kalau upacara perkawinan mas kawinnya adalah Kina (beserta pemakainya). Untuk perbandingan, sebuah Kina yang besar, berkilau bisa ditukar seekor B-2 yang gendut implek-implek.

Pada tahun 1960-an kina dinilai sekitar 12 shilling. Tapi saat barang antik beginian mulai dibawa ke luar PNG oleh mereka dan diikuti pedagang antik lainnya, maka harganya meledak sehingga peburuan kerang emas-pun digalakkan besar-besaran sampai-sampai sekarang sulit mencari Kina yang kuno ini di daerah asalnya.

Wednesday, April 26, 2006http://mimbar2006.blogspot.com/


Uang kina yang sekarang menggantikan kina (kerang)

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com