Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

June 20, 2006

745-Perang melawan Mujair

Akhirnya gerah juga Kementrian Perikanan Australia lantaran kelakuan ikan mujair van Amerika Selatan yang sering disebut Lohan atau cichlids. Ikan yang di Indonesia juga "sedikit" dimusuhi para peternak ikan semacam Gurami, ternyata di Australia sudah menjadi monster yang nomor satu yang amat menakutkan sehingga perangpun diberlakukan.

Bermula dari diketemukannya ikan ini di kawasan Benneth Brook dan Beechboro serta Ballajura maka para ahli menjadi semakin heran ketika sudah sudah ada yang menjadi biang Lohan sepanjang 28 cm. Jelas para "klandestein" ini menggerpol perairan Australia beberapa tahun lalu.

Sekalipun bentuknya cantik, mengenal akan pemiliknya namun sisi buruknya adalah perilakunya yang sangat teritorial, rakus akan makanan, dan instink License to Kill yang hebat. Tak kurang Ford, MenteriPerikanan turun fatwa, "dihalalkan daging dan darah" pendatang ini untuk diledakkan dan disusul dengan serangan racun berbisa.

Resikonya ikan-tak berdosa bisa turut menjadi korban. Namun jalan lain tidak bisa ditemukan kecuali bunuh habis. Dalam sejarah Australia, baru sekali ini mereka serius mengganyang ikan mujair bahkan menyatakan perang.

Australia Barat sangat trauma menjadi bagian dari sejarah katak "ToadKane" dari Amerika Selatan yang dibawa-bawa jauh-jauh karena imut, apalagi makannya gampang ternyata sampai di Australia kodok buduk ini berbiak secara "orang jalan kereta" - dan berani-beraninya menghabisi nyawa para katak aselinya.

Explosive yang dipakai akan berupa gelombang kejut, dan hanya ikan yang memiliki insang akan mati bila mendengar ledakan ini. Namun manusia yang mendengarkannya dari jauh tidak akan berpengaruh buruk. Sekalipun demikian untuk tindakan berjaga-jaga, akan dipasang sirine sebelum eksekusi dilaksanakan.

Oleh sebab itu pemerintah buru-buru mengeluarkan pengumuman bahwa dalam beberapa hari kalau melihat ikan predator atau ikan lainnya mengapung, jangan didekati sebab selain mati akibat gelombang kejut, ikan tadi juga di racun. Setelah periode genocide dilakukan, air sungai akan diberi obat penawar agar kadar racunnya berkurang.

Tuesday, June 20, 2006

Mimbar Bambang Saputro

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com