Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

July 21, 2007

Kutipan dari Kumpul Jurnalis Citizen

Seru! (Gathering Wikimu Jakarta)
Senin, 16-07-2007 17:58:53 oleh: bajoe Kanal: Peristiwa

Gathering wikimu di Jakarta kemarin Sabtu 14 Juli, sangat seru! Buat yang tidak bisa hadir, ini sekelumit kisahnya :

Pukul 14.45 WIB, aku dan Melani sampai di Apartemen Pavilion. Sudah nampak Pak Mimbar dan Retty di situ. Aduh, panitianya ketinggalan ;). Memang Pak Mimbar ini terkenal tepat waktu. Sejak berangkat dari rumah, selalu diperhitungkan soal waktu tempuh dan kemacetan, supaya tidak terlambat di acara.

Tempat gathering mesti berpindah dari pool side ke ruang tamu di tower 3. Pindahnya lokasi ini, karena ada kekeliruan administrasi dari pihak pengelola. Ok deh, yang penting gathering ini jalan terus.

Satu per satu anggota wikimu datang. Mulai dari Pak Mimbar, Pak Berthold, Retty, Melani, Gus Wai, Suri, Ukirsari, Nawita, Pak Andreas, Pak Adri, Umar, Dian Astuti lalu ada Raymond dan Hoshino Keciichiro dari Jakarta Shimbun yang pengen nulis soal wikimu. Acara pun dimulai pukul 16.00 WIB (terlambat satu jam. Semoga berikutnya tidak terlambat ya). Di tengah sessi, menyusul kloter berikutnya yaitu Riswanti, Deriz,Wisnu dan Norman. Kloter paling akhir yang datang adalah Ruth (Uthe), Dina dan Eryawan.

Bincang-bicang dimulai oleh Pak Mimbar. Waduh, ternyata Pakde satu ini tidak sesangar penampilannya :) Ceritanya sangat inspiratif dan penuh dengan kekocakan. Beliau ini rajin menulis karena terinspirasi oleh banyak tokoh. Mulai dari Putu Wijaya yang penyair, Ashadi Siregar yang dosen komunikasi di UGM, Pramoedya sastrawan kondang itu sampai kisah si Ade Rai, binaragawan Indonesia.

Aku cuplikan satu kisah Ade Rai yang menginspirasi Pak Mimbar. Ade Rai itu dulunya pegawai (bank - kalau tidak salah) yang kerjaannya tukang angkat-angkat. Karena saban hari angkat-angkat barang, maka tubuhnya pun berotot. Baru kemudian dia berpikir untuk menjadi binaragawan. Dari kisah ini, Pak Mimbar belajar bahwa menulis adalah kegiatan yang mesti terus menerus diupayakan.

Pak Mimbar sendiri mengaku adalah seorang kolektor kata-kata. Dia sering menggunting koran, majalah atau media lain, terutama bila ada kata-kata menarik.

Dalam menemukan ide tulisan, menurutnya mengalir saja. Mulai dari yang dilihat, didengar, dirasakan. Misalnya sedang di jalan tol dan menemukan ide, maka buru-buru ide itu dia tuliskan di belakang karcis tol. Mungkin hanya satu dua kata saja, kata kunci. Nanti di rumah dipindahkan dalam komputer.

Kadang sebuah ide tidak selalu mesti jadi tulisan. Pak Mimbar selalu menyimpan ide-ide itu walau hanya satu dua kalimat. Suri bertanya," Pak, kalau disimpan begitu, nanti kalau pas buka lagi, apa tidak lupa lagi ide awalnya?" . Dan Pak Mimbar menjawab,"Tidak apa-apa. Itu kayak fermentasi, makin lama jadi anggur." Menurutnya, sebuah ide kalau dibuka kembali, maka kita akan teringat kembali. Meskipun nanti bisa tambah banyak idenya. "Pokoknya tulis aja semua,"resep jitu dari Pak Mimbar. Baru setelah semua habis ditulis, nanti baru diedit kembali.

Pengalaman Retty lain lagi. Sejak kecil dia senang menulis. Beberapa kali menulis cerita maupun artikel , namun ditolak di banyak media. Dia sempat frustasi sehingga berhenti menulis.
Namun karena pertemuan dan motivasi beberapa teman, maka dia menulis kembali. Awalnya di wikimu.com. Setelah aktif menulis di wikimu, dia mencoba lagi mengirim artikel ke beberapa media. Memang sempat ditolak-tolak juga oleh beberapa media. Namun akhirnya dia berhasil juga memasukkan artikel di Point, Kompas, Jakarta Post.

Menurut Pak Berthold yang berpengalaman menjadi redaktur opini di Suara Pembaruan, ada tipnya bila mengirim artikel ke media cetak. Umumnya redaktur menyeleksi sebuah artikel, dengan pengamatan cepat, yaitu melihat pada judul, paragraf pertama dan paragraf terakhir. Kalau paragraf pertama saja sudah tidak "nendang", maka alamat masuk folder trash di komputer redaktur media umum.

Sebenarnya ini mirip juga di wikimu. Tentu jarang sekali sebuah artikel ditolak oleh editor. Tetapi kalau kita menuliskan judul dengan menarik, lalu paragraf pertama atau ringkasan dengan aduhai, maka pasti akan banyak yang membaca.

Ukirsari punya motivasi lain saat menulis di wikimu. Sehari-hari dunia kerja beliau ini (biar agak tersanjung - dipanggil beliau) adalah dunia jurnalistik otomotif. Karirnya adalah wartawan cetak dan sekarang menjadi wartawan televisi. Tulisannya tidak jauh-jauh dari ban, oli, shockbekker, mobil, dll.

"Saya kemudian memutuskan di luar waktu kerja, saya melakukan traveling,"kata perempuan aseli Suroboyo ini. Perjalanannya traveling dengan ransel (backpacker) inilah kemudian dia tuliskan di banyak media, salah satunya di wikimu. Dia senang membagikan pengalaman, agar orang bisa saja melakukan traveling backpacker dan mendapat pengalaman lebih.

Beberapa rekan lain juga ikutan nimbrung berbagi pengalaman dalam menulis. Motivasinya macam-macam, mulai soal honor sampai ingin mengasah kemampuan bahasa Inggris. Apapun motivasi seseorang, yang penting jangan sampai niat kita menulis terhenti karena apapun.

Semangat yang ditularkan Pak Mimbar, Ukirsari, Retty, lalu juga di gathering ini ada Pak Berthold yang konsisten selalu menulis tentang pramuka dan filateli, Wisnu yang banyak mengangkat soal konsumen, Suri yang mengangkat masalah rakyat kecil, Ruth (Uthe) yang jadi pengamat perempuan dan sinetron, Teguh yang hobi nulis sepakbola dan rekan-rekan lain yang terlalu panjang kalau disebutkan , sangat membantu - paling tidak diriku - untuk terus menulis.
Seperti kata Pramoedya yang diangkat Pak Mimbar, yang kira-kira demikian : "Orang pandai bila tidak menulis maka akan percuma, karena kepandaiannya akan ikut dibawa mati." Lalu kalimatnya aku teruskan begini : "Lha aku saja tidak pandai, kalau tidak terus menulis dari sekarang, apa lagi yang bisa kutinggalkan?" :)

No comments:

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com