Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

September 11, 2006

799- Cakar Elanghgh


Entah ini masuk kategori iklan atau anti iklan. Tapi pesannya sekalipun ngeres terbilang komunikatif. "Mau di jepit (ah), di lipat, sengatan lebah atau cakar elang.." - orang iklan memang piawai mereka menggunakan jargon-jargon manual sex kuno yaitu Kamasutra. Padahal pesannya adalah jangan lupa pakai "kondom".

Sebagai orang yang tergolong baru pertama kali ke Papua Niugini (PNG), maka agak tercekat juga ketika saya tiba di lapangan terbang perintis Moro (1 jam penerbangan dari Port Morresby), ternyata tidak dijumpai nama lapangan terbang kecuali sebuah peragaan traktor bobrok yang sengaja seperti dibuat monumen. Tidak ada penjelasan atau orang yang tahu, traktor tua ini apakah kendaraan yang dipakai saat pembukaan lapangan terbang Moro.

Alih-alih yang jelas malahan pelang segede gajah dengan warna belakang merah dan tulisan hitam berupa peringatan "Jangan lupa pakai kondom," "jangan berhubungan lebih dari satu pasangan," "jangan selingkuh," "selalu memeriksakan kesehatan."

Papua Niugini memang terkenal berjangkitnya penyakit kelamin yang ditularkan oleh hubungan sexual. Akibatnya pemerintah setempat wanti-wanti agar pendatang maupun penduduk aseli tidak gegabah melepas hajat seperti yang dipesankan iklan "langsung saja..." akibatnya ia kesetrum dan berantakanlah semua rencana keindahan cinta.

Tetapi alangkah terperanjatnya saya ketika membaca laporan seorang dokter relawan yang bertugas saat Tsunami Aceh, bahwa para pengungsi perempuan yang hidup dan berpakaian bak dalam ulat "cocoon" ternyata mengidap penyakit Sexually Transmitted Disease (STD). Sebut saja jenis penyakit STD di dunia ternyata pengungsi Aceh juga memilikinya. Tentu masih harus dilakukan penyelidikan untuk mendapatkan angka yang pasti.

Analisa sementara, para Maskulin Aceh memang mendapat kehormatan untuk menjadi "pemilik" atas diri istrinya. Namun saat mereka berlayar antar kota antar propinsi, di perantauan inilah mereka mengantungi STD, dan dibawa ke keluarganya. Celakanya sang perempuan yang umumnya berani namun lugu, tidak pernah memprotes ketika dirinya ditulari penyakit oleh pasangannya. Akibatnya sang Maskulin makin agresif.

Mimbar Bambang Saputro

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com