Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

January 06, 2007

852- Menyetor uang secara otomatis - Duh Ribetnya

Adegan komedi Warkop memperlihatkan Dono mengambil uang di sebuah mesin ATM (waktu itu masih baru diperkenalkan). Baru saja berjalan beberapa langkah sambil membelakangi mesin ATM, Dono berbalik lagi. Ternyata jumlah uang kurang dari seharusnya. "Masih kurang tauk!" katanya kepada ATM. Namanya komedi, ndilalah mesin ATM tanpa banyak cingcong membayar kekurangan yang diterima oleh Dono sambil gerundelan "baru jadi mesin sudah nyoba korupsi.."

Pernah pengalaman menyetor tunai di ATM? - maksud saya mesin "Cash Deposit" - urutan yang diperintahkan adalah memasukkan Passport BCA, mengisikan PIN lalu "mak-jeglek" laci dibawah layar membuka dengan perintah memasukkan uang. Maksimum lima juta untuk setoran per hari. Beberapa detik diberikan sebelum laci menutup secara otomatis menghitung uang. Hanya uang pecahan 50ribuan dan 100ribuan yang diterima sebagai alat penyetoran yang sah. Sekalipun tergolong terlambat bila dibandingkan negeri lain. Namun tidak mengapa. Betapa praktisnya sehingga terbersit pikiran masa-masa menyetor uang (dibawah 5 juta) dengan anteran panjang di BCA memasuki jaman Yurassic.

Ternyata, saya salah meramal.

Sekali waktu saya menyoba menyetor uang 100 lembar pecahan 50-ribuan. Di ATM Mal Pondok Indah. Ketika laci terbuka, uang segera saya masukkan. Tidak lama laci menutup. Terdengar desiran uang, seperti debaran jantung saya menunggu hasil ujian diumumkan.

Mak-Jeglek, laci terbuka dengan perintah di layar "ambil uang anda?"

Apa-apaan ini. Perasaan sudah dihitung dari rumah berkali-kali dengan jumlah yang sama lima juta rupiah. Padahal yang saya harapkan adalah uang dihitung lalu didebet kedalam rekening saya sesuai jumlah yang saya setor. Uang yang ditolak saya susun kembali lalu saya masukkan kedalam laci yang menganga. Namun sekali lagi betapa terkejutnya ketika mesin masih saja menyisakan beberapa lembar seakan-akan uang yang dikembalikan adalah tergolong lecek, terlipat, robek, dikaretin, atau distaples seperti petunjuk larangan pada mesin. Padahal uang kertas tersebut relatif terlihat baru, maklum baru ambil dari ATM bank lain. Sayangnya hari sudah malam. Bank pada tutup. Kepada siapa daku akan bertanya.

Lain kesempatan di tempat yang berbeda, siang hari di BCA Mal Pondok Gede, saya menyetor dengan jumlah sekitar 3,5 juta terdiri dari pecahan lima puluhan. Lagi-lagi mesin hanya mengambil 3 juta sementara sisanya dikembalikan. Melihat saya seperti mati langkah percaya tak percaya akan yang saya alami, pak Satpam yang bertugas berbisik, "mesin ini hanya doyan pecahan seratus ribuan".

"Lho kok elok tenan?"

Melihat panjangnya antrean dibelakang saya. Kartu Passkey saya cabut. Dan saya mengulangi antri sambil memperhatikan pengguna lainnya. Ee lhaa..dhallah, tobil anak kadal. Saya tidak sendirian paling tidak lima pengantri mengalami masalah yang sama. Entah mengapa mesin gagal mendeteksi seluruh uang yang kita masukkan. Hanya seorang ibu sukses berat lantaran saya lihat uangnya berwarna merah maroon. Sementara emisi berwarna biru, bermasalah.

Ampiyun (pakai "iy")... Apakah mesinpun sudah mengenal diskriminasi rasial dengan memandang warna kulit (eh kertas).

Ternyata, kalau anda terburu-buru sementara jumlah yang disetor harus pas. Lebih baik menggunakan metode setoran tunai di loket. Atau jumlah uang setoran dilebihkan buat jaga-jaga kalau sebagian ditolak mesin.

Mungkin dialog dalam episode ini diubah "baru jadi mesin sudah lolak-lolok kederan menghitung uang nasabah.."

atau...

"baru jadi mesin sudah ikutan mengenal ras warna uang..."

Pondok Gede 6Januari 2007

ndilalah= kebetulan,jw
mak-jeglek=kejadian tiba-tiba,jw
lolak-lolok=melongo,jw
kederan=bingung,betawi
elok tenan=sindiran, ungkapan perasaan aneh, jw

1 comment:

ST said...

Mesin setoran ATM BCA memang gitu Mas ... gak nrimo lembaran 50 ribuan yang baru gress yang berwarna biru ...
Suatu kali di ATM BCA Wisma 46 BNI saya narik uang ... eh, belum juga itu uang 50 ribuan lama yang warnanya agak abu2 kehijauan saya masukan dompet, mak jegagik ... ujug tiba-tiba ada seorang ibu 1/2 baya menghampiri dan berucap : "Pak ... bisa tukar uangnya satu juta saja ....? Soalnya mesin ATM setorannya gak mau nerima uang 50 ribuan yang baru... maunya uang 50 ribuan lama....!". Yo uwis, jadinya uang kami bertukar tempat ... saya dapat uang yang masih gress kinyis-kinyis ...

Wassalam,
ST

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com