Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

September 15, 2007

Akibat Gempa Terhadap Perilaku Korban Gempa

Mengenali Apa yang Kita Rasakan Setelah Mengalami Bencana

Apa yang dimaksud dengan BENCANA?
Peristiwa atau kejadian berbahaya pada suatu daerah yang mengakibatkan kerugian dan pederitaan manusia, serta kerugian material yang hebat” (UNHCR)

Akibat yang ditimbulkan bencana

Dampak psikologis yaitu adanya perubahan terhadap psikis/kejiwaan/mental yang kita rasakan seperti;
  1. Perubahan perilaku; marah; panik; kacau; trauma
  2. Perubahan perasaan seperti munculnya rasa cemas akan masa depan, sedih, tertekan, putus asa, tidak berdaya, mudah tersinggung.
  3. Perubahan dalam berfikir yang ditandai dengan mudah lupa dan sulitnya memusatkan perhatian.

Dampak Sosial mengakibatkan:

  1. Adanya kebiasaan atau kegiatan yang berubah karena adanya kehilangan, perpisahan ataupun kematian pasangan hidup, anak atau orang disekeliling.
  2. Adanya lingkungan fisik/bangunan yang rusak dan kebiasaan masyarakat yang berubah, rusaknya tempat pelayanan umum seperti rumah sakit, puskesmas, sekolah.

Untuk menghadapi situasi dan kondisi seperti itu diperlukan pengertian terhadap kondisi para korban ini dengan adanya perhatian berupa pendampingan dalam kurun waktu tertentu untuk mengembalikannya ke situasi seperti semula.

Umumnya, kondisi mental korban secara perlahan menuju kekeadaan seperti semula membutuhkan waktu antara 4-6 minggu, bilamana mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Siapa saja yang bisa merasakan akibat bencana?

  1. usia bayi-prasekolah
  2. usia sekolah
  3. usia remaja
  4. usia dewasa

Mengapa akibat terhadap mental dan sosial setelah bencana perlu diketahui?

Agar tidak terjadi perselisihan atau perbedaan pendapat yang berlanjut, serta dapat terhindar dari kondisi yangmenyulitkan lagi.

Ada beberapa reaklsi perilaku umum sebagai reaksi dari seseorang yang mengalami bencana, yaitu;

  1. Reaksi melawan yang didorong oleh perilaku agresif, menyakiti, atau melukai orang lain
  2. Reaksi menghindar seperti pergi ketika diajak berbicara, atau tidak ingin bertemu dengan orang lan.
  3. Reaksi diam atau cenderung tidak bereaksi sama sekali.

Bagaimana cara kita menghadapi individu yang mengalami bencana?

  1. Membina hubungan yang baik
  2. Bersikap tenang dan santai yang menunjukkan sikap berteman
  3. Menunjukkan sikap perduli terhadap yang dirasakan oleh orang lain/korban dengan mendengarkan apa yang dikatakannya
  4. Percaya akan kemampuan diri untuk menolong didorong sikap sabar
  5. Bagi para korban, sikap menghargai dan peduli antar sesama perlu dipertahankan.

Ada Berbagai Macam Bentuk Perilaku dan yang Dirasakan Orang Akibat Bencana Maka Diperlukan Cara yang Sesuai untuk Menghadapi.


Usia Prasekolah (1-5 tahun)

Reaksi Umum

  • Mengompol
  • Mengisap jempol
  • Takut kegelapan
  • Takut tidur sendiri
  • Mimpi buruk dan mngigau
  • Sering menangis
  • Tidak mau makan
  • Sakit perut
  • Susah tidur
  • Gagap berbicara
  • Cemas
  • Ketakutan
  • Marah tanpa sebab jelas
  • Kesedihan, menarik diri
  • Tidak mau mendekati rumah
  • Tidak mau berpisah dari orang tua/orang dekat

Cara Menghadapi:

  1. Membuat perasaan tenang melaui: berilah belaian dan kata-kata yang menenangkan serta meyakinkan bahwa anak-anak akan baik-baik saja karena orang tua selalu berada dilingkungannya; misalnya menjelaskan tentang gempa sebagai kejadian alam biasa.
  2. Usahakan agar anak dekat orang tua/orang yang dikenal
  3. Hindarkan gangguan dari berita-berita di radio, tv tentang gempa dan keadaan pasca gempa
  4. Tidak memarahi anak karena hal ini akan membuat semakin takut
  5. Dorong penyaluran emosi melalui aktivitas bermain, menggambar, atau melalui metode bercerita

Usia Sekolah (6-12 tahun)

Reaksi Umum

  1. Agresif – menyerang orang lain
  2. Ngamuk
  3. Hiperaktif tidak bisa diam
  4. Gangguan makan
  5. Sakit kepala
  6. Sakit perut, tidak bisa tidur
  7. Mimpi buruk dan menigau
  8. Takut mendengar suara keras
  9. Gagap atau diam saja
  10. Menarik diri tidak mau bergaul
  11. Takut kegelapan
  12. Mengalami kemunduran dalam kemampuan atau berperilaku kembali seperti bayi.

Cara Mengatasi:

  1. Beri perhatian yang lebih dengan mendengarkan apa yang dirasakannya
  2. Yakinkan bahwa dia aman dengan penjelasan konkrit
  3. Jangan dimarahi karena akan membuat anak semakin cemas
  4. Bangun suasana yang lebih santai dengan mengajak melakukan aktivitas bersama, menggambar, bercerita, atau kegiatan sehari-hari
  5. Beri peluang untuk mengekpresikan secara emosi secara aman dan sehat misalnya memberi kesempatan untuk melakukan kegiatan yang disukai

    Remaja dan Dewasa

    Reaksi Umum

  1. Merasa kosong, bengong serta tidak mengerti apa yang harus dilakukannya
  2. Gampang panik
  3. Menangis tanpa sebab
  4. Mengasingkan atau menarik diri
  5. Keluhan somatis, pusing dan gemetar
  6. Jantung berdebar keras
  7. Susah nafas
  8. Susah makan
  9. Sedih
  10. Ketakutan akan terjadi gempa lagi
  11. Peka akan bunyi suara keras, bunyi kendaraan, pintu atau benda berat jatuh
  12. Kelelahan yang luar biasa
  13. Putus asa dan tak berdaya
  14. Merasa bersalah
  15. Sulit konsentrasi dan mengambil keputusan
  16. Mudah tersinggung, kecewa, cepat marah.
  17. Cemas akan masa depan.

    Cara mengatasi:
  1. Mendengarkan keluhannya
  2. Beri dukungan verbnal kata-kata serta non verbal berupa gerakan dan ekspresi wajah
    Pendekatan agama
  3. Bantu mengekspresikan emosi
  4. Memberikan berbagai macam kegiatan
  5. Beri rasa aman melalui informasi tentang bencana
  6. Bantu jalur untuk mencari kerabat
  7. Untuk kasus yang berat, dibantu untuk dirujukkan ke ahli


    Dikutip dari selebaran:
    Lembaga Studi dan Pengembangan Perempuan dan Anak
    Yogyakarta
Mimbar Bambang Saputro
mimbar [dot] saputro [at] gmail [dot]com
+62 811806549 - TEXT PLEASE

No comments:

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com